Pileg Bahrain Berakhir dengan Partisipasi Rendah
Pemungutan suara pemilihan umum legislatif dan dewan kota di Bahrain, yang diadakan di bawah bayang-bayang boikot oleh rakyat dan berbagai partai dan kelompok, berakhir pada Sabtu malam dengan tingkat partisipasi rendah
Dalam pemilu yang dianggap formalitas belaka oleh sebagian rakyat, partai, dan kelompok oposisi Bahrain ini, sebanyak 433 kandidat memperebutkan 40 kursi parlemen.
Selain itu, 173 kandidat juga memperebutkan 30 kursi dewan kota.
Pemilihan umum ini digelar di 55 tempat pemungutan suara.
Jamiat al-Wefaq Bahrain hari Minggu (13/11/2022) mengumumkan bahwa di akhir pemungutan suara terlihat tingkat partisipasi rakyat dalam pemilihan ini tidak mencapai 28 persen.
Jamiat al-Wefaq telah mengumumkan,"Kami menyaksikan penurunan signifikan partisipasi warga dalam pemilihan parlemen Bahrain".
Pemerintah Bahrain telah membubarkan berbagai kelompok dan partai oposisi dan mencegah tokoh-tokoh independen mencalonkan diri dalam pemilu dengan mengeksploitasi apa yang disebut undang-undang isolasi politik.
Oleh karena itu, kelompok-kelompok dan partai-partai ini tidak menganggap pemilu sebagai kompetisi, dan menekankan bahwa pemilu ini hanya formalitas belaka, dan menyerukan boikot pemilu.
Rakyat Bahrain juga menekankan boikot pemilu dan solidaritas terhadap para tahanan politik negara ini dengan menggelar demonstrasi dan konsentrasi massa dalam beberapa pekan terakhir.(PH)