Harga Obat Melonjak 200%; Pejabat Yaman: Blokade Bunuh Pasien Kronis
-
Pasien Yaman yang menanti obat
Pars Today - Direktur Jenderal Tinggi Otoritas Obat-obatan Yaman, dengan menjelaskan konsekuensi blokade terhadap negaranya, melaporkan kekurangan obat yang meluas, lonjakan harga yang tajam, dan dampak langsung dari situasi ini terhadap para pasien, terutama penderita penyakit kronis dan kanker.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip jaringan Al-Masirah, Minggu, 26 Juli 2026, Abdullah Al-Sharif, Direktur Jenderal Tinggi Otoritas Obat-obatan Yaman menyatakan bahwa sebagai akibat dari serangan dan blokade Arab Saudi, lebih dari 1.600 jenis obat mengalami kekurangan di pasar farmasi negara ini.
Ia menambahkan bahwa blokade Arab Saudi juga telah menghambat pasokan lebih dari 550 jenis obat-obatan vital dan penyelamat jiwa.
Al-Sharif juga menyatakan bahwa lebih dari 83 perusahaan farmasi, yang sebelumnya memasok sekitar 1.300 jenis obat, berada dalam kondisi yang buruk sebagai akibat dari blokade.
Dengan merujuk pada serangan-serangan yang terjadi, ia mengatakan bahwa dua pabrik farmasi juga menjadi sasaran langsung selama agresi Arab Saudi dan AS terhadap Yaman.
Dirjen Tinggi Otoritas Obat-obatan Yaman menegaskan bahwa serangan-serangan dan blokade ini telah menghalangi rantai pasokan obat untuk mencapai tujuannya secara langsung, dan akibatnya, telah mengganggu proses masuknya obat-obatan penting yang dibutuhkan oleh rakyat Yaman.
Ia melanjutkan bahwa keterlambatan transportasi dan peningkatan biaya asuransi akibat blokade Arab Saudi telah menyebabkan kenaikan harga obat-obatan.
Al-Sharif menambahkan bahwa harga beberapa obat telah meningkat hingga 200 persen karena keterlambatan dalam operasi transportasi dan penutupan Bandara Sanaa akibat blokade.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa obat telah tertahan di Jibuti selama lebih dari empat bulan, dan masalah ini telah menyebabkan kenaikan harga bagi para pasien.
Menurut pejabat Yaman ini, ratusan pengiriman obat juga terhenti di Jibuti karena biaya transportasi yang berat yang memerlukan kondisi khusus, dan agen-agen farmasi tidak berhasil mengirimkannya ke Yaman.
Dirjen Tinggi Otoritas Obat-obatan Yaman, di akhir pernyataannya, menyatakan bahwa lebih dari 170 ribu pasien penderita penyakit kronis dan kanker secara langsung menderita akibat keterlambatan masuknya obat-obatan, dan penutupan Bandara Sanaa serta penyeberangan dan pelabuhan darat dan laut oleh Arab Saudi dan AS telah memperburuk kondisi para pasien.(Sail)