Arab Saudi Gunakan Uranium dalam Serangan di Yaman
Seorang aktivis politik Yaman, Hussein al-Bukhaiti mengatakan tiga bocah Yaman tewas dalam serangan Arab Saudi pada hari Ahad (1/1/2017).
"Sejauh ini 20 ribu anak-anak Yaman tewas akibat serangan dan blokade yang dilakukan oleh rezim Al Saud," ujarnya dalam wawancara dengan Press TV dari kota Sana'a, ibukota Yaman.
Menurut al-Bukhaiti, jumlah anak-anak Yaman yang tewas akibat terserang berbagai penyakit termasuk malaria, kolera dan gizi buruk mencapai ribuan orang.
"Ini terjadi karena Arab Saudi terus melanjutkan blokade terhadap Yaman," tegasnya.
Ia menuturkan bahwa Saudi terus melanjutkan serangannya ke Yaman pada saat negara-negara dunia sedang asyik menggelar pesta Tahun Baru.
"Dalam agresinya ke Yaman, Saudi memperoleh dukungan penuh dari negara-negara Barat terutama Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Selama mereka masih mendukung rezim Saudi, perang di Yaman tidak akan berakhir," ujar al-Bukhaiti.
Dia mengecam sikap bungkam lembaga-lembaga internasional terhadap kejahatan Saudi di Yaman, dan menegaskan sama sekali tidak ada investigasi internasional tentang perang Yaman.
"Serangan Saudi ke Yaman sudah hampir dua tahun dan sampai sekarang perang itu telah menewaskan 30-35 ribu orang," jelasnya.
Al-Bukhaiti menandaskan bahwa Arab Saudi menggunakan uranium yang diperlemah dalam serangannya terhadap rakyat Yaman. "Kita menemukan cacat fisik sejak lahir pada bayi-bayi Yaman akibat penggunaan senjata terlarang oleh Saudi terutama di utara Hajjah, utara Sa'dah dan daerah-daerah lain di Yaman," terangnya.
Ia menyeru masyarakat internasional untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pengiriman obat-obatan ke Yaman dan mematahkan blokade negara itu. (RM)