Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Kembali ke Rumah-rumah Mereka
-
Pengungsi.
Lebih dari 10.000 pengungsi Suriah telah kembali ke rumah-rumah mereka sejak dimulainya gencatan senjata di wilayah selatan negara ini.
Pemerintah Damaskus pada hari Jumat, 6 Juli 2018 mengumumkan bahwa sebuah kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani antara kelompok-kelompok pemberontak dan pemerintah Suriah, dan milisi bersenjata yang menyerahkan senjatanya juga bisa bergabung dalam perjanjian tersebut.
Seperti dilansir Mehr News mengutip al-Manar, Senin (9/7/2018), Human Rights Watch (HRW) Suriah mengumumkan bahwa sejak meningkatnya pertempuran di jalan-jalan menuju perbatasan Yordania, lebih dari 60.000 penduduk di wilayah ini terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka. Namun setelah tercapainya gencatan senjata, banyak penduduk yang kembali ke rumah mereka.
Saat ini, banyak daerah di Suriah selatan, terutama di pinggiran kota Daraa telah berada di bawah kontrol penuh pemerintah Damaskus. Militer Suriah berhasil membebasakannya dari pendudukan kelompok-kelompok milisi bersenjata dan menjaga kedulatan negara mereka di wilayah selatan.
Krisis Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris dan Takfiri seperti Daesh (ISIS), Front al-Nusra dan afiliasinya yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya. Mereka berusaha mengubah perimbangan di kawasan yang menguntungkan rezim Zionis Israel.
Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya itu telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi. Namun berkat perlawanan gigih pasukan dan rakyat Suriah, konspirasi musuh gagal dan ambisinya tidak tercapai. (RA)