Yaman Respon Seruan Arab Saudi untuk Gelar Pertemuan Darurat
-
Mohammad Ali al-Houthi
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menunjukkan respon atas permintaan Arab Saudi untuk menggelar dua pertemuan darurat di negara ini terkait serangan terbaru terhadap instalasi minyak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut laporan MNA mengutip Sputnik, Mohammad Ali al-Houthi seraya merilis cuitan di akun twitternya menekankan, para pemimpin yang diundang dapat mencegah mengalirnya darah rakyat Yaman dengan absen di pertemuan seperti ini.
Al-Houthi menambahkan, pertemuan ini sejatinya konspirasi terhadap isu umat Islam dan isu Palestina atau propaganda kesepakatan abad.
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz meminta pemimpin negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) dan pemimpin negara-negara Arab berpartisipasi di dua sidang darurat pada 30 Mei untuk mengkaji insiden terbaru di instalasi minyak Arab Saudi dan pelabuhan al-Fujairah Uni Emirat Arab.
Hari Selasa pekan lalu militer Yaman membalas brutalitas Arab Saudi dan mengirim tujuh drone menyerang pipa minyak Arab Saudi di dekat Yanbu. Serangan tersebut berhasil menghentikan proses pengiriman tiga juta barel perhari minyak Arab Saudi.