Menlu AS: Masih Ada Perbedaan Mendasar dalam Perundingan JCPOA
-
Antony Blinken.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengatakan sejumlah kemajuan dicapai dalam perundingan tidak langsung di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir JCPOA.
“Tetapi masih ada beberapa perbedaan fundamental yang harus diselesaikan,” tambahnya pada Selasa (29/6/2021) seperti dilaporkan televisi Aljazeera.
Dia mengklaim bahwa sekarang bola ada di tangan Iran. “Terserah kepada Iran untuk memutuskan apakah mereka siap untuk kembali memenuhi kewajibannya di bawah JCPOA atau tidak,” kata Blinken.
Namun, ia tidak menyinggung pelanggaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap JCPOA.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Tehran tidak pernah meninggalkan JCPOA sehingga harus bergabung kembali ke dalam kesepakatan.
“Republik Islam tidak pernah meninggalkan JCPOA, Amerika-lah yang harus membuat keputusan dan kembali ke dalam kesepakatan dengan mencabut sanksi ilegal dan secara efektif memenuhi komitmennya,” tegas Saeed Khatibzadeh.
Pada 8 Mei 20218, Presiden AS waktu itu, Donald Trump secara sepihak menarik negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran. Washington kemudian menerapkan kembali sanksi nuklir terhadap Tehran. (RM)