Mantan Menlu AS Akui Invasi ke Irak Berpijak dari Kebohongan
Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa invasi ke Irak didasarkan pada kebohongan.
Pada tanggal 20 Maret 2003, George W. Bush, Presiden Amerika Serikat, memerintahkan serangan ikegal ke Irak tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB dengan keterlibatan perdana menteri Inggris, Tony Blair. Setelah itu, pasukan Amerika dan Inggris melancarkan perang besar-besaran yang menghancurkan Irak dan menewaskan ribuan orang di negara ini.
John Kerry yang menjabat sebagai menteri luar negeri AS di era Presiden Barack Obama dalam statemen hari Senin (26/6/2023) menegaskan bahwa perang Irak tahun 2003 didasarkan pada kebohongan bahwa Baghdad diam-diam memiliki senjata pemusnah massal.
John Kerry, yang sekarang menjadi perwakilan khusus AS untuk perubahan iklim, mencatat bahwa orang-orang pada saat itu tidak mengetahui fakta bahwa dokumen yang diterbitkan yang menjadi dasar perang di Irak adalah dokumen palsu.
Penghancuran fasilitas produksi senjata pemusnah massal adalah salah satu pembenaran utama dimulainya perang di Irak oleh Amerika Serikat dan Inggris. Namun terlepas dari klaim badan intelijen kedua negara ini, tidak ada senjata pemusnah massal yang ditemukan di Irak.(PH)