Kecil Kemungkinan Nama Saudi Kembali Masuk Daftar Hitam
Sekjen PBB mengatakan, pengambilan keputusan terkait upaya memasukkan kembali nama Arab Saudi ke daftar hitam pelanggar hak-hak anak membutuhkan waktu yang lebih lama.
Associated Press (2/8) melaporkan, meski ditemukan bukti-bukti nyata pelanggaran hak asasi manusia di Yaman, namun Ban Ki-moon, Sekjen PBB, Selasa (2/8) dalam laporannya kepada Dewan Keamanan hanya cukup menyampaikan kekhawatiran terkait nasib anak-anak di Yaman.
Ban Ki-moon menuturkan, peninjauan ulang atas laporan terkait kondisi kemanusiaan di Yaman dan pengambilan keputusan soal upaya memasukkan kembali nama Saudi ke daftar hitam pelanggar hak anak, membutuhkan waktu yang lebih lama.
Dalam laporannya Sekjen PBB menyampaikan kekhawatiran seriusnya atas kondisi anak-anak Yaman.
"Peninjauan ulang secara bertahap atas laporan saya sebelumnya terkait kondisi kemanusiaan di Yaman yang mendapat penentangan dari Saudi, terus berlanjut," ujarnya.
Lebih lanjut Ban Ki-moon menerangkan, saya sudah bertemu dengan sejumlah pejabat Saudi termasuk Wakil Putra Mahkota dan Menteri Luar Negeri negara itu, dan saya menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi terkini dan dampak merusak dari perang terhadap anak-anak Yaman.
Statemen Sekjen PBB ini adalah penegasan atas pernyataan Abdullah Al Moalemi, Wakil tetap Saudi di PBB sebelumnya yang mengatakan, keputusan PBB mengeluarkan nama Saudi dari daftar hitam pelanggar hak anak sudah final dan tidak akan ada peninjauan ulang. (HS)