Mengapa 41 Juta Warga Eropa Tinggal di Rumah yang Dingin?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182152-mengapa_41_juta_warga_eropa_tinggal_di_rumah_yang_dingin
Pars Today - Pemanasan rumah di negara-negara Eropa telah menjadi salah satu krisis dalam kehidupan masyarakat. Puluhan juta warga Eropa, termasuk warga Jerman dan Prancis, tinggal di rumah yang dingin.
(last modified 2025-12-13T09:28:34+00:00 )
Des 13, 2025 15:24 Asia/Jakarta
  • Warga Eropa yang hidup dalam kedingingan
    Warga Eropa yang hidup dalam kedingingan

Pars Today - Pemanasan rumah di negara-negara Eropa telah menjadi salah satu krisis dalam kehidupan masyarakat. Puluhan juta warga Eropa, termasuk warga Jerman dan Prancis, tinggal di rumah yang dingin.

Krisis energi di Eropa adalah salah satu masalah tertua di Uni Eropa, yang semakin intensif setelah pemberlakuan sanksi terhadap Rusia. Terlepas dari masalah makro, pemanasan rumah warga Eropa di musim dingin adalah krisis yang mereka hadapi saat ini.

Menurut laporan Pars Today mengutip Euronews, persentase orang di Uni Eropa yang tidak dapat menjaga rumah mereka tetap hangat telah meningkat, dan "puluhan juta warga Eropa terpaksa tinggal di rumah yang dingin".

Euronews menulis tentang detail krisis ini, “Lebih dari 41 juta orang di Uni Eropa tidak mampu menghangatkan rumah mereka dengan cukup. Sekitar dua pertiga orang yang hidup dalam kemiskinan energi tinggal di empat ekonomi terbesar Uni Eropa. Tinggal di rumah yang dingin, selain menimbulkan stres psikologis, juga menimbulkan risiko serius bagi kesehatan fisik. Studi menunjukkan bahwa lingkungan yang dingin meningkatkan risiko stroke dan infeksi pernapasan, serta meningkatkan kemungkinan kecelakaan karena berkurangnya kemampuan motorik.”

Di antara statistik yang tersedia, Turki juga dianggap sebagai negara Eropa, dan di antara 36 negara, Turki mencatat jumlah tertinggi orang yang menderita kemiskinan energi dengan sekitar 13 juta orang. Di Prancis dan Jerman, masing-masing lebih dari 8 dan 5 juta orang menderita kemiskinan energi dan tinggal di rumah yang dingin.

Komisi Eropa telah mencantumkan 3 alasan utama kemiskinan energi, yaitu: “1. Biaya energi yang tinggi. 2. Pendapatan rendah. 3. Sistem pemanas yang tidak efisien.”

Laporan Komisi Eropa menyatakan bahwa sanksi yang dikenakan oleh Uni Eropa terhadap Rusia telah menyebabkan harga energi meningkat.(sl)