Inggris dari Tantangan Migrasi hingga Keamanan dan Ruang Siber
https://parstoday.ir/id/news/world-i184162-inggris_dari_tantangan_migrasi_hingga_keamanan_dan_ruang_siber
Pars Today - Dengan meningkatnya jumlah pengungsi Afghanistan yang ditolak untuk di akomodasi pemerintah, peluncuran proyek rudal Nightfall untuk mendukung Ukraina, debat politik tentang donasi mata uang kripto kepada partai-partai, dan peringatan para guru tentang dampak media sosial pada anak-anak, Inggris menghadapi serangkaian isu keamanan, sosial, dan politik yang sensitif yang akan memengaruhi masa depan pembuatan kebijakan di Inggris.
(last modified 2026-01-15T09:02:13+00:00 )
Jan 15, 2026 16:00 Asia/Jakarta
  • Inggris
    Inggris

Pars Today - Dengan meningkatnya jumlah pengungsi Afghanistan yang ditolak untuk di akomodasi pemerintah, peluncuran proyek rudal Nightfall untuk mendukung Ukraina, debat politik tentang donasi mata uang kripto kepada partai-partai, dan peringatan para guru tentang dampak media sosial pada anak-anak, Inggris menghadapi serangkaian isu keamanan, sosial, dan politik yang sensitif yang akan memengaruhi masa depan pembuatan kebijakan di Inggris.

Perkembangan terkini di Inggris menunjukkan bahwa pemerintah dan lembaga pengambil keputusan negara ini secara bersamaan bergumul dengan tiga poros utama: mengelola kasus migrasi dan suaka yang kompleks, memainkan peran aktif dalam persamaan keamanan Eropa, dan mengatur ruang digital yang muncul dalam politik dan masyarakat.

Isu-isu ini tidak hanya mencerminkan tekanan domestik, tetapi juga mendefinisikan posisi London dalam lingkungan geopolitik dan teknologi baru.

Ketidakpastian ribuan pengungsi Afghanistan

Menurut laporan surat kabar The Telegraph, ribuan pengungsi Afghanistan yang permohonan suakanya ditolak masih tinggal di pusat-pusat akomodasi sementara.

Dari tahun 2021 hingga 2024, lebih dari tujuh ribu permohonan ditolak, tetapi hanya sebagian kecil dari orang-orang ini yang dipulangkan ke Afghanistan. Kurangnya pengakuan terhadap pemerintah Taliban dianggap sebagai hambatan utama bagi pemulangan paksa pengungsi Afghanistan dari Inggris, dan akibatnya, orang-orang ini tetap berada dalam keadaan ketidakpastian selama bertahun-tahun tanpa status hukum yang jelas dan tanpa izin kerja.

Pejabat konservatif menganggap situasi ini sebagai faktor dalam peningkatan migrasi ilegal, sementara organisasi pendukung pengungsi menekankan perlunya ketelitian dalam pengambilan keputusan awal dan pencegahan pengembaraan jangka panjang.

Proyek Nightfall dan peran keamanan London

Di bidang militer dan kebijakan luar negeri, Inggris telah mengambil langkah baru dalam mendukung Ukraina dengan peluncuran proyek rudal Nightfall. Rencana ini bertujuan untuk mengembangkan rudal balistik taktis dengan jangkauan lebih dari 500 kilometer dan merupakan bagian dari strategi London untuk memperkuat pencegahan Kiev terhadap Rusia.

Pejabat pertahanan mengatakan bahwa selain bantuan praktis kepada Ukraina, proyek ini akan memperkuat industri militer domestik dan meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh Inggris di tahun-tahun mendatang.

Sengketa politik mengenai donasi mata uang kripto

Di bidang politik domestik, isu transparansi keuangan partai telah menjadi salah satu tantangan dalam diskusi pemerintah. Kepala beberapa komite parlemen menyerukan pelarangan total donasi mata uang kripto, karena menganggapnya sebagai ancaman terhadap transparansi dan keamanan pemilihan.

Pada saat yang sama, posisi beberapa partai, termasuk Reform UK, telah meningkatkan intensitas sengketa ini. Diskusi ini muncul ketika Inggris sedang mengembangkan kerangka peraturan yang komprehensif untuk aset digital.

Kekhawatiran tentang dampak media sosial pada anak-anak

Dari sisi sosial, guru-guru Inggris menyerukan pelarangan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun, dengan mengutip pengalaman Australia. Mereka percaya bahwa penggunaan platform ini yang tidak terkontrol telah mengurangi konsentrasi akademis dan menyebabkan peningkatan perilaku agresif di sekolah.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas guru menganggap media sosial sebagai faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kesehatan mental dan peningkatan anomali perilaku.

Perkembangan ini menggambarkan gambaran sebuah negara yang secara bersamaan menghadapi tekanan dari imigrasi, tanggung jawab keamanan di tingkat Eropa, dan tantangan digital baru. Inggris terpaksa menyeimbangkan pertimbangan kemanusiaan, persyaratan keamanan, dan keharusan regulasi; keseimbangan yang akan menentukan arah kebijakan dalam negeri dan luar negeri negara itu di masa depan.(sl)