Spanduk Merah Toronto: Tuntut Israel Dikeluarkan dari FIFA
https://parstoday.ir/id/news/world-i191388-spanduk_merah_toronto_tuntut_israel_dikeluarkan_dari_fifa
Pars Today - Hanya beberapa jam sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara tim Kanada dan Bosnia-Herzegovina di Kanada, protes terhadap kehadiran rezim kriminal Israel di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) muncul.
(last modified 2026-06-13T05:47:00+00:00 )
Jun 13, 2026 12:45 Asia/Jakarta
  • Keluarkan Israel dari FIFA
    Keluarkan Israel dari FIFA

Pars Today - Hanya beberapa jam sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara tim Kanada dan Bosnia-Herzegovina di Kanada, protes terhadap kehadiran rezim kriminal Israel di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) muncul.

Melansir IRNA dari situs harian Al-Sharq Al-Awsat, 13 Juni 2026, pada Jumat (12/6) dini hari, hanya beberapa jam sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Kanada, sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan spanduk merah besar di atas logo Piala Dunia di dekat salah satu jalan tol tersibuk di Toronto, dan mengecam hubungan FIFA dengan rezim Israel.

Para pengunjuk rasa, yang mengenakan kaos bertuliskan "Yahudi untuk Palestina Merdeka", naik ke sebuah bukit di sekitar lokasi dan mengibarkan spanduk bertuliskan "Keluarkan Israel dari FIFA", serta menuntut larangan rezim Zionis dari kompetisi sepak bola internasional.

Spanduk ini terlihat oleh para pengendara di jalan tol Gardiner, salah satu jalan tol tersibuk di Kanada, yang sedang dalam perjalanan menuju pertandingan pembuka tim tuan rumah melawan Bosnia-Herzegovina di Stadion Toronto.

Salah satu aksi lain yang diorganisir oleh kelompok pengunjuk rasa ini adalah tuntutan pembebasan Dr. Hussam Abu Safiyeh, dokter terkemuka Palestina yang ditangkap oleh tentara rezim Israel di Gaza pada akhir tahun 2014.

Sekelompok pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya juga telah meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk menangguhkan partisipasi tim rezim Zionis dalam kompetisi internasional, permintaan ini diajukan di tengah berlanjutnya kejahatan genosida di Jalur Gaza oleh rezim Israel.

Protes ini membawa dua dimensi yang jarang bertemu: sepak bola dan geopolitik. Yang paling menarik adalah identitas para pengunjuk rasa, "Yahudi untuk Palestina Merdeka", yang membantah narasi bahwa kritik terhadap Israel adalah antisemitisme. Ini adalah pernyataan bahwa perlawanan terhadap pendudukan bisa datang dari dalam komunitas Yahudi sendiri. Dan pilihan lokasi yang strategis, di jalan tol yang dilalui ribuan suporter menuju stadion, adalah cara cerdas untuk memastikan pesan ini tidak bisa diabaikan. FIFA, yang selama ini berusaha menjaga netralitas politik, kini berada di posisi sulit: mengabaikan protes berarti mengabaikan suara yang semakin keras, sementara menanggapi berarti membuka pintu bagi tekanan politik yang lebih besar. Spanduk merah di Toronto itu bukan sekadar kain, ia adalah pengingat bahwa Piala Dunia tidak pernah benar-benar terpisah dari dunia di luar stadion.(Sail)