Raja Spanyol: Semua Negara Eropa Bertanggung Jawab atas Krisis "Ceuta"
https://parstoday.ir/id/news/world-i197708-raja_spanyol_semua_negara_eropa_bertanggung_jawab_atas_krisis_ceuta
Pars Today - Felipe VI, Raja Spanyol mengatakan bahwa negara-negara Eropa seharusnya menunjukkan solidaritas dan dukungan lebih besar kepada Madrid setelah masuknya puluhan ribu migran secara besar-besaran ke wilayah "Ceuta" dan Uni Eropa bertanggung jawab atas krisis ini.
(last modified 2026-09-30T05:13:48+00:00 )
Sep 30, 2026 12:11 Asia/Jakarta
  • Felipe VI, Raja Spanyol
    Felipe VI, Raja Spanyol

Pars Today - Felipe VI, Raja Spanyol mengatakan bahwa negara-negara Eropa seharusnya menunjukkan solidaritas dan dukungan lebih besar kepada Madrid setelah masuknya puluhan ribu migran secara besar-besaran ke wilayah "Ceuta" dan Uni Eropa bertanggung jawab atas krisis ini.

Melansir IRNA dari Reuters, Rabu, 30 September 2026, Felipe VI hari Selasa (29/9) dalam jamuan makan malam yang digelar untuk menyambut kunjungan Emmanuel Macron, Presiden Prancis ke Spanyol, menyatakan bahwa apa yang terjadi di Ceuta "tidak dapat diterima" dan menciptakan tantangan besar di bidang keamanan, ketertiban umum, dan masalah kemanusiaan.

Raja Spanyol mencatat, "Situasi ini seharusnya mengarah pada penguatan kerja sama dan sinergi sumber daya di antara negara-negara anggota. Negara-negara Eropa yang menanggung tekanan terbesar karena berada di perbatasan luar Uni Eropa, tidak dapat memikul sendiri beban tanggung jawab yang menjadi tanggung jawab semua."

Setelah masuknya 72 ribu migran secara berkelompok ke Ceuta pada 30 Juli, Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa memuji tindakan cepat Spanyol dalam mengembalikan sebagian besar orang-orang ini ke Maroko.

Namun reaksi para pemimpin Eropa lainnya berbeda, termasuk Italia yang menangguhkan perjanjian Schengen (perjalanan tanpa batas di Uni Eropa) terkait Spanyol selama satu bulan.

Magnus Brunner, Komisioner Urusan Migrasi Eropa Selasa meluncurkan rencana untuk memperkuat kontrol perbatasan Uni Eropa. Rencana ini yang memerlukan persetujuan negara-negara anggota, memperkuat kewenangan "Frontex" (Badan Perlindungan Perbatasan Uni Eropa) dan memberinya kekuatan operasional permanen yang siap dikerahkan segera.

"Felipe VI, Raja Spanyol, menyatakan negara-negara Eropa seharusnya menunjukkan solidaritas dan dukungan lebih besar kepada Madrid setelah masuknya puluhan ribu migran ke Ceuta dan UE bertanggung jawab atas krisis ini. Dalam jamuan menyambut Macron, ia menyebut apa yang terjadi di Ceuta "tidak dapat diterima" dan menciptakan tantangan besar di bidang keamanan, ketertiban umum, dan kemanusiaan."(Sail)