Al-Sayed Desak Dana Senjata Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i199156-al_sayed_desak_dana_senjata_dialihkan_ke_pendidikan_dan_kesehatan
Pars Today - Abdulrahman Mohamed Al-Sayed, kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan, mengkritik pengiriman bom seberat 2.000 pon ke rezim Israel. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk senjata tersebut seharusnya digunakan untuk pendidikan dan penyediaan layanan kesehatan di dalam negeri AS.
(last modified 2026-10-23T17:02:40+00:00 )
Okt 22, 2026 12:10 Asia/Jakarta
  • Abdulrahman Mohamed Al-Sayed, kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat
    Abdulrahman Mohamed Al-Sayed, kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat

Pars Today - Abdulrahman Mohamed Al-Sayed, kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan, mengkritik pengiriman bom seberat 2.000 pon ke rezim Israel. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk senjata tersebut seharusnya digunakan untuk pendidikan dan penyediaan layanan kesehatan di dalam negeri AS.

Menurut laporan IRNA yang mengutip situs RealClear, Kamis, 22 Oktober 2026, dalam sebuah acara kampanye di hadapan para pendukungnya, Al-Sayed menyinggung kesepakatan penjualan bom seberat 2.000 pon senilai 2,8 miliar dolar AS kepada rezim Israel.

“Kita baru saja memberikan persetujuan untuk menjual bom seberat 2.000 pon senilai 2,8 miliar dolar AS. Namun, bom seberat 2.000 pon tidak pernah mendidik siapa pun, tidak pernah memberi makan siapa pun, dan tidak pernah menyediakan layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga mengkritik penggunaan uang pembayar pajak Amerika untuk membiayai bom-bom tersebut sebagai bagian dari bantuan militer AS kepada rezim Israel. Al-Sayed mendesak agar anggaran itu dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Daripada mengirim bom untuk dijatuhkan di atas sekolah-sekolah di tempat lain, gunakanlah anggaran itu di dalam negeri,” tegasnya.

Sebelumnya, Al-Sayed menyebut perang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran sebagai tindakan bodoh. Ia menegaskan, “Sebenarnya, hanya ada satu orang di seluruh dunia yang selama 40 tahun terakhir berusaha menyeret kita ke dalam perang ini, yaitu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pada akhirnya, ia menemukan orang bodoh yang bersedia melakukan hal tersebut.”

Dalam acara kampanye yang sama, Al-Sayed mengatakan bahwa kebijakan tarif dan agresi terhadap Iran merupakan contoh keputusan yang meningkatkan beban biaya masyarakat Amerika sekaligus memicu ketidakstabilan di negara tersebut.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tarif Donald Trump terhadap Kanada merupakan proyek tarif yang mahal, yang diterapkan presiden AS demi meningkatkan citra dirinya.

Al-Sayed juga menyoroti bahwa lawan-lawan politiknya berfokus pada nama dan keyakinan agamanya untuk mengalihkan perhatian pemilih dari persoalan seperti harga bensin dan bahan makanan, akses terhadap layanan kesehatan, serta ketersediaan udara bersih dan air layak.

“Nama dan keyakinan agama saya bukanlah alasan mengapa Anda tidak mampu membeli bensin atau bahan makanan, atau tidak bisa menemui dokter. Kebijakan merekalah yang menyebabkan keadaan ini,” ujarnya.

Kandidat Demokrat tersebut kemudian mengkritik kenaikan biaya bahan bakar di Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa saat ini seorang sopir truk harus mengeluarkan sekitar 1.200 dolar AS, seraya menegaskan bahwa biaya tersebut meningkat akibat kebijakan yang membuat kehidupan masyarakat Amerika semakin sulit.

"Abdulrahman Mohamed Al-Sayed, kandidat Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, mengkritik penjualan bom seberat 2.000 pon senilai 2,8 miliar dolar AS kepada Israel. Ia mendesak agar anggaran pembelian senjata dialihkan untuk pendidikan dan layanan kesehatan di Amerika Serikat. Al-Sayed menyebut perang AS terhadap Iran sebagai tindakan bodoh dan menuding Benjamin Netanyahu telah lama berupaya menyeret AS ke dalam perang tersebut."(Sail)