Protes Pendidikan di Belgia Berujung Bentrokan dengan Polisi
-
Aksi demo di Belgia yang berujung bentrokan dengan polisi
Pars Today - Gelombang demonstrasi di Belgia yang dipengaruhi oleh aksi protes di Prancis berujung bentrokan dengan polisi.
Menurut laporan IRNA yang mengutip Reuters, Minggu, 18 Oktober 2026, kelompok-kelompok mahasiswa Belgia menyatakan bahwa mereka memprotes kenaikan biaya pendidikan serta berbagai reformasi yang dikhawatirkan akan semakin mempersulit akses ke pendidikan tinggi.
Pada Sabtu (17/10), para demonstran berkumpul di pusat Kota Brussel. Banyak di antara mereka mengenakan masker dan meneriakkan slogan-slogan antifasis.
Sejumlah demonstran membalikkan sebuah mobil. Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa polisi menggunakan gas air mata dan kendaraan penyemprot air untuk membubarkan massa.
Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menulis di media sosial X bahwa “apa yang sedang terjadi di Brussel bukan lagi sekadar aksi protes”. Ia menegaskan bahwa “semua sarana yang diperlukan akan digunakan untuk memulihkan ketertiban dalam menghadapi para perusuh”.
Aksi protes juga berlangsung di Kota Liège, Belgia bagian timur. Pada awal Oktober, para pelajar juga menggelar demonstrasi dengan menyoroti kenaikan biaya pendidikan dan kesulitan mengakses bahan-bahan pembelajaran.
Demonstrasi di Belgia berlangsung di tengah gelombang protes di sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Portugal dan Prancis.
Di Prancis, demonstrasi dimulai bulan lalu di sejumlah sekolah menengah di pinggiran utara Paris, kawasan yang termasuk paling tertinggal secara ekonomi di ibu kota tersebut.
Ketidakpuasan awal para pelajar terhadap absennya guru dan buruknya fasilitas pendidikan secara bertahap meluas menjadi gerakan nasional yang menentang ketimpangan, pemangkasan belanja publik, serta penurunan standar layanan publik.
"Demonstrasi di Belgia yang dipengaruhi aksi di Prancis berujung bentrokan dengan polisi. Para mahasiswa memprotes kenaikan biaya pendidikan dan reformasi yang dikhawatirkan membatasi akses ke pendidikan tinggi. Polisi menggunakan gas air mata dan kendaraan penyemprot air setelah sejumlah demonstran membalikkan sebuah mobil. Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menyatakan bahwa langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk memulihkan ketertiban."(Sail)