Siprus Mengancam Veto Kesepakatan Uni Eropa-Turki
Presiden Siprus Nicos Anastasiades, mengatakan negaranya bisa menggunakan hak veto untuk memblokir kesepakatan antara Turki dan Uni Eropa soal penyelesaian krisis pengungsi.
Di Brussels, seperti dilansir Reuters, Kamis (17/3/2016), para pemimpin Uni Eropa sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan Turki tentang cara untuk menghentikan gelombang pengungsi yang menuju Eropa.
"Jika Turki tidak membuka pelabuhan dan bandaranya (untuk lalu lintas ke Siprus) dan menormalkan hubungan dengan Siprus, maka segala bentuk kesepakatan dengan Uni Eropa akan diveto,” tegas Anastasiades dalam wawancara dengan Euronews.
Ketika ditanya apakah ia akan memveto kesepakatan yang tidak memperhatikan kekhawatiran Siprus, Anastasiades mengatakan, "Tentu saja... Selama Turki tidak melaksanakan kewajibannya, kita tidak punya pilihan lain."
Siprus menentang percepatan proses perundingan yang berhubungan dengan keanggotaan Turki di Uni Eropa.
Uni Eropa dan Turki secara implisit sepakat untuk mempercepat proses keanggotaan dan perundingan terkait pembebasan visa. Sebaliknya, Turki harus berbuat lebih banyak untuk mencegah gelombang pengungsi.
Eropa membuka pintu perundingan dengan Turki pada tahun 2005 setelah Ankara menanti selama empat dekade. (RM)