Trump Ancam Cina dan Korea Selatan
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Selasa (13/2) mengancam akan membalas langkah Cina dan Korea Selatan, dua mitra bisnis besar Washington di Asia.
Mehr News (13/2) melaporkan, Donald Trump menuduh Cina telah merugikan industri logam dan alumunium Amerika. Menurutnya, seluruh opsi termasuk penerapan tarif dan kuota sudah disiapkan.
Baru-baru ini Trump menerima dua laporan mengejutkan terkait subsidi pemerintah Cina atas ekspor produk logam dan alumunium, dan Presiden Amerika punya waktu dua bulan untuk memutuskan kemungkinan langkah balasan, namun ia sudah menunjukkan ambisinya untuk membalas langkah Cina tersebut.
Para pengamat percaya, penjatuhan sanksi apapun oleh Amerika akan memicu balasan dari Cina, dan ini dianggap sebagai awal mimpi buruk pecahnya perang bisnis di antara dua raksasa ekonomi dunia.
Cina memasok hampir setengah keperluan logam dunia. Oleh karena itu, Beijing kerap dituduh sengaja merusak pasar global untuk memutar roda perekonomian negaranya.
Di sisi lain, Trump juga memprotes keras kontrak perdagangan bebas Amerika-Korea Selatan yang mulai berlaku tahun 2012 dan mengklaim, kontrak bisnis ini hanya merugikan Washington.
Ia menegaskan, Amerika sekali lagi akan merundingkan "kontrak bisnis yang adil" atau membatalkan kontrak yang ada sekarang.
Pemerintahan Trump sejak bulan Juli 2017 lalu sudah memulai negosiasi untuk menandatangani kontrak bisnis baru dengan Korea Selatan. Washington mengumumkan, kontrak yang ada sekarang telah memaksa Amerika meningkatkan pemangkasan anggaran. (HS)