Erdogan: Negarawan AS, Pendusta
-
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.
Presiden Turki mereaksi pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat tentang pembunuhan massal warga sipil Suriah oleh pasukan Turki.
Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataan di hadapan para gubernur provinsi dari Partai Keadilan dan Pembangunan pada hari Jumat (23/2/2018) mengatakan, AS berusaha memukul Turki dengan berbohong dan tidak bermoral.
Ia menggambarkan perilaku dan kebijakan standar ganda sejumlah negara sekutu Turki terutama AS sebagai "munafik dan mengganggu."
"Operasi militer Turki di Afrin, utara Suriah terhadap kelompok-kelompok Kurdi yang menentang pemerintah Turki telah menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara Barat termasuk AS," kata Erdogan seperti dilansir IRNA.
Sebelumnya, Dana W. White, jubir Kemenhan AS menuding Turki melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil Suriah di kota Afrin.
"Negarawan AS adalah pembohong dan munafik, di mana jubir Kemenhan negara ini tanpa malu menyebarkan berita palsu dan menyebut operasi 'Cabang Zaitun' Turki sebagai operasi terhadap warga sipil," kata Erdogan menanggapi tuduhan tersebut.
Sejak tanggal 20 Januari 2018, unit-unit artileri militer Turki menghujani posisi kelompok-kelompok Kurdi Suriah di Afrin.
Operasi darat militer Turki di kota Afrin yang dimulai dengan sandi ranting zaitun telah menuai protes dari pemerintah Suriah.
Pemerintah Damaskus telah berulang kali mengkritik kehadiran ilegal militer Turki di wilayah Suriah dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara Arab ini. (RA)