Tuduhan Erdogan, Perancis Provokasi Teroris
https://parstoday.ir/id/news/world-i54702-tuduhan_erdogan_perancis_provokasi_teroris
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali menuduh pemerintah Perancis memprovokasi para teroris untuk melakukan aksi kejahatan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 08, 2018 13:31 Asia/Jakarta
  • Recep Tayyip Erdogan
    Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali menuduh pemerintah Perancis memprovokasi para teroris untuk melakukan aksi kejahatan.

Di hadapan pendukungnya di Provinsi Denizli, barat daya Turki, Erdogan mengatakan, pemerintah Perancis menerima kunjungan para teroris di Istana Elysee dan mendorong mereka untuk melakukan aksi kejahatan.

Tuduhan yang hampir sama dengan tuduhan Presiden Turki terhadap pemerintah Perancis itu juga berungkali dilakukan oleh sejumlah pejabat Paris, terutama sejak muncul kabar penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah dan digantikan oleh pasukan Perancis.

Salah satu contohnya, pekan lalu, Deputi Perdana Menteri Turki, Fikri Isik, menuduh pemerintah Perancis bekerjasama dengan pasukan Unit Proteksi Rakyat Kurdi, YPG. Hal itu diduga karena Perancis selama ini menjadi salah satu negara penentang operasi militer Turki di utara Suriah, yang dikenal dengan operasi Ranting Zaitun.

Namun memperhatikan perkembangan yang terjadi, sepertinya ketegangan Ankara-Paris meningkat pasca pertemuan Presiden Perancis, Emmanuel Macron dengan sebuah delegasi Suriah termasuk perwakilan YPG dan Partai Uni Demokratik Suriah, PYD pada 30 Maret 2018 lalu, serta janji Paris untuk menjamin proses pemulihan stabilitas di utara Suriah.

pasukan Turki di Suriah

Di tengah penentangan sebagian besar rakyat Turki, terutama para pemimpin partai politik negara itu dan protes keras pemerintah Suriah dan beberapa negara kawasan serta dunia, pemerintah Ankara tetap menggelar operasi militer Ranting Zaitun di kota Afrin, sejak 20 Januari 2018.

Damaskus berulangkali menegaskan bahwa operasi militer Turki di Afrin melanggar kedaulatan nasional Suriah. Pada kenyataannya, selain menduduki kota Afrin, Suriah, Ankara juga melakukan negosiasi dengan sejumlah negara dunia termasuk Perancis.

Padahal pemerintah Suriah mengecam kehadiran pasukan asing tanpa persetujuan Damaskus dan pendudukan wilayah negara itu oleh militer Turki. Suriah terus menuntut penarikan mundur pasukan Turki dari wilayahnya. 

Banyak analis politik yang meragukan langkah Erdogan menyerang Perancis itu dan menyebutnya sebagai langkah yang patut dicurigai.

Sehubungan dengan statemen dan tindakan mencurigakan para pejabat Ankara, seorang pengamat politik Turki, Ziya Yilmaz menuturkan, pejabat Turki yang negaranya merupakan pihak yang kalah di Suriah, sedang berusaha mencegah terpecahnya wilayah Turki. (HS)