Langkah AS Tinggalkan JCPOA Dinilai Picu Ketegangan
https://parstoday.ir/id/news/world-i57042-langkah_as_tinggalkan_jcpoa_dinilai_picu_ketegangan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut keputusan AS meninggalkan kesepakatan nuklir Iran, tidak dapat diterima dan tindakan ini akan meningkatkan ketegangan dan ketidakamanan di Timur Tengah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 18, 2018 10:47 Asia/Jakarta
  • Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut keputusan AS meninggalkan kesepakatan nuklir Iran, tidak dapat diterima dan tindakan ini akan meningkatkan ketegangan dan ketidakamanan di Timur Tengah.

Erdogan dalam wawancara eksklusif dengan televisi BBC, Kamis (17/5/2018) mengkritik penarikan sepihak AS dari kesepakatan internasional itu, dan mengatakan ketegangan di kawasan akan meningkat dengan sikap tidak konsisten AS.

Menurutnya, AS tidak pernah memperhatikan sensitivitas di Timur Tengah dan penarikan Washington dari kesepakatan nuklir bisa mendorong persaingan senjata di kawasan.

Mengacu pada penumpukan ribuan hulu ledak nuklir di negara-negara atom, termasuk AS, Erdogan menuturkan dalam situasi seperti ini, tuduhan terhadap Iran tentang program nuklirnya yang damai hanyalah sebuah alasan untuk meningkatkan tekanan atas Tehran.

Kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), ditandatangani antara Iran dan enam mediator internasional (Inggris, Jerman, Cina, Rusia, Amerika Serikat, dan Perancis) pada 14 Juli 2015.

Pada 8 Mei, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan mengembalikan sanksi nuklir. (RM)