Upaya AS Hambat Perdamaian di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i57914-upaya_as_hambat_perdamaian_di_afghanistan
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, mengkritik Amerika Serikat karena korban sipil terus berjatuhan dalam serangan mereka.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 01, 2018 12:44 Asia/Jakarta
  • AS melakukan invasi ke Afghanistan sejak tahun 2001.
    AS melakukan invasi ke Afghanistan sejak tahun 2001.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, mengkritik Amerika Serikat karena korban sipil terus berjatuhan dalam serangan mereka.

Dalam sebuah pernyataan hari Kamis (31/5/2018), Karzai mengatakan, Amerika tidak dapat mencapai tujuannya di Afghanistan melalui operasi militer, pemboman, dan penghancuran rumah-rumah warga sipil.

Menurutnya, pemboman desa-desa dan rumah penduduk Afghanistan, selain membawa korban jiwa dan kerugian materi, juga ikut memperparah perang dan meningkatkan kebencian terhadap Amerika.

Berdasarkan kesepakatan keamanan Kabul-Washington, yang dicapai setelah berakhirnya misi tempur pasukan asing pada awal 2015, setiap serangan udara terhadap posisi teroris di Afghanistan harus dilakukan dengan permintaan pemerintah dengan tujuan mendukung pasukan Afghanistan.

Pada tahun 2014, AS dan NATO menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pemerintah Afghanistan. Namun, saat ini Gedung Putih tidak melaksanakan komitmennya dan terus melakukan serangan terhadap warga sipil di negara tersebut.

Hal yang lebih mengejutkan adalah laporan beberapa media tentang penggunaan peralatan militer AS oleh teroris dalam serangan baru-baru ini ke Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

John Nicholson.

Komandan militer AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson juga mengakui bahwa beberapa diplomat Amerika telah menjalin komunikasi rahasia dengan sejumlah petinggi Taliban di Afghanistan.

Padahal, Kabul melarang setiap kontak dengan Taliban yang dilakukan di luar kerangka pengawasan pemerintah Afghanistan. Langkah ini tentu mengganggu pemerintah dalam melaksanakan kebijakannya untuk mencapai perdamaian.

Rapor buruk AS di Afghanistan tidak hanya terbatas pada aksi sepihak pasukan mereka dalam melakukan serangan, namun ada dimensi yang lebih berbahaya lagi yaitu; pelanggaran terhadap kedaulatan nasional Afghanistan dan ancaman terhadap kegagalan upaya pemerintah dalam membangun perdamaian.

Pengamat masalah keamanan Pakistan, Mahmoud Shah mengatakan, Amerika tidak menginginkan perdamaian di Afghanistan dan mereka berusaha untuk memperkuat kehadirannya di negara itu.

Seorang analis hubungan internasional di Global Research, Salman Rafi Sheikh menuturkan bahwa setelah hampir 17 tahun dari serangan AS ke Afghanistan, perang belum berakhir, dan AS juga belum mencapai tujuannya. Oleh karena itu, mereka akan terus menggunakan berbagai cara untuk mencegah.

AS selain mencampuri proses perdamaian di Afghanistan, juga ada laporan yang menyebutkan bantuan rahasia mereka kepada teroris di negara itu, sama seperti yang mereka lakukan di Irak dan Suriah.

Pada dasarnya, Gedung Putih memiliki program untuk mengelola kekacauan di kawasan dan memelihara kelompok-kelompok teroris di beberapa negara demi memajukan tujuannya.

Dalam situasi seperti ini, kebencian publik Afghanistan terhadap Amerika dan NATO akan terus meningkat, dan warga Afghanistan menganggap satu-satunya cara untuk memulihkan keamanan di negeri mereka adalah penarikan pasukan asing dan menghentikan intervensi Barat. (RM)