Penangguhan Manuver Bersama AS dan Korsel
-
Tentara AS dan Korsel
Amerika Serikat dan Korea Selatan dikabarkan menangguhkan manuver militer gabungan mereka di Semenanjung Korea.
Departemen Pertahanan Korea Selatan seraya merilis statemen mengumumkan, Washington dan Seoul dalam koridor pendekatan untuk menyelesaikan isu nuklir Semenanjung Korea telah sepakat menangguhkan program manuver gabungan mereka.
Di statemen ini dijelaskan, Amerika Serikat dan Korea Selatan dijadwalkan menggelar manuver militer gabungan di bulan Agustus.
Statemen penangguhan manuver militer gabungan AS dan Korsel dirilis ketika sebelumnya Presiden Korsel Moon Jae in dalam sebuah sikapnya yang berbeda memberikan syarat penangguhan manuver gabungan ini dengan pelucutan senjata nuklir Korea Utara.
Beberapa hari setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un di Singapura, Trump juga mengatakan manuver militer gabungan Washington dan Seoul tidak akan digelar mengingat tingginya biaya manuver tersebut.
Statemen Departemen Pertahanan Korea Selatan yang tercatat sebagai sikap terbaru soal manuver gabungan Seoul-Washington sedikitnya dari pihak Korea menunjukkan perubahan pendekatan petinggi Seoul atas program penyelenggaraan manuver gabungan seperti ini.
Pencabutan syarat pelucutan senjata nuklir Korea Utara sebagai imbalan dihentikannya manuver militer gabungan dengan Amerika oleh Korsel, bahkan untuk jangka pendek, merupakan sebuah indikasi bahwa Seoul mundur dari sikap sebelumnya.
Di sisi lain, meski sikap sebelumnya Amerika dalam menekankan pentingnya mempertahankan hubungan dengan Korsel termasuk dilanjutkannya manuver gabungan, pidato Trump yang memutuskan untuk menghentikan manuver bersama dengan Seoul mengingat tingginya biaya dapat dicermati sebagai sikap mundur Gedung Putih atas isu kontroversial manuver gabungan.
Ketika Trump menyebut tingginya biaya untuk menggelar manuver gabungan sebagai alasan menghentikan program ini, anggaran latihan militer Amerika dengan sekutunya termasuk Korsel berada dalam koridor penjualan senjata kepada mereka.
Manuver tahunan Amerika dan Korea Selatan termasuk isu utama yang membangkitkan sensitifitas Korea Utara dan unsur signifikan di konflik hubungan kedua Korea serta sengketa Pyongyang dengan Washington. Hal ini dapat dicermati dengan sikap Korut yang langsung melakukan uji coba nuklir setelah berakhirnya sebuah manuver gabungan AS dan Korsel.
Esmaeil Bashari, pakar isu-isu Semanjung Korea di Tehran mengatakan, "Manuver gabungan Amerika dan Korea Selatan sebuah langkah provokatif dalam perspektif Korut. Ketika digelar manuver ini selama beberapa tahun lalu, kita senantiasa menyaksikan respon praktis Pyongyang melalui uji coba rudal."
Sepertinya keputusan Amerika dan Korea Selatan menghentikan manuver gabungan mereka di Semenanjung Korea sebuah bentuk sikap mundur Seoul dan Washington dan penerimaan atas tuntutan Korea Utara untuk meningkatkan rasa saling percaya demi mereduksi langkah provokatif yang dapat merusak proses perundingan Korea Selatan dan Amerika dengan Pyongyang.
Meski Amerika dan Korsel bersedia memenuhi tuntutan Korea Utara untuk menghentikan langkah provokatif mereka terkait penyelenggaraan manuver bersama, namun Jepang melalui berbagai pertimbangan mengkritik keputusan menghentikan dihentikannya latihan bersama Seoul dan Washington. Menurut pandangan Jepang, dihentikannya latihan bersama ini sebuah konsesi bagi Korut dan selama pelucutan senjata nuklir Korea Utara belum dilakukan, langkah seperti ini tidak boleh diambil.
Keputusan Amerika dan Korea Selatan untuk menghentikan latihan militer bersama mengindikasikan bahwa mereka lebih mengedepankan pertimbangan mereka di Semenanjung Korea ketimbang sikap yang lain. (MF)