Amerika Mengancam Terapkan Sanksi Baru terhadap Turki
-
Steven Mnuchin, Menteri Keuangan Amerika Serikat
Amerika Serikat kembali melanjutkan perang ekonomi dengan Amerika dikarenakan Turki menahan seorang pendeta Amerika dan mengancam akan menerapkan sanksi lebih berat kepada Ankara.
Menurut laporan IRNA, Steven Mnuchin, Menteri Keuangan Amerika Serikat hari Kamis (16/8) menegaskan, bila Andrew Brunson, pendeta Amerika yang dipenjara di Turki tidak dibebaskan, Ankara akan menghadapi sanksi ekonomi lebih berat.
Andrew Brunson, pendeta Amerika dijebloskan dalam tahanan rumah dengan tuduhan spionase dan terlibat dalam kudeta gagal 15 Juli 2016 di Turki.
Tanggal 1 Agustus, Amerika menjatuhkan sanksi terhadap kementerian kehakiman dan pemerintah Turki dengan alasan tidak benarnya tuduhan yang dialamatkan kepada Andrew Brunson dan mengapa masih ditahan hingga kini. Washington kemudian menerapkan tarif bea masuk terhadap produk-produk Turki yang diekspor ke Amerika dan secara resmi memulai perang ekonomi dengan Turki.
Penerapan tarif bea masuk dan manuver politik Amerika menyebabkan Lira, mata uang nasional Turki di hari-hari terakhir nilainya jatuh hingga sekitar 35 persen dihadapan dolar Amerika.
Menurut rakyat Turki, khususnya para pendukung Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, krisis mata uang nasional Turki pada dasarnya merupakan usaha Amerika untuk melemahkan Turki.