Washington Khawatir Dampak Kunjungan Rouhani ke Irak
-
Hassan Rouhani saat berkunjung ke Irak
Mantan asisten menlu Amerika Serikat mengatakan, pemerintah Trump khawatir dampak negatif kesepakatan politik dan ekonomi antara Iran dan Irak terhadap pendekatan Washington anti Tehran.
Richard Murphy Selasa (19/3) saat diwawancarai IRNA menyatakan, kepentingan Iran tercakup dalam perluasan hubungan dan kerja sama ekonomi dengan Irak, meski Gedung Putih dengan berat hati menerima realita hubungan bilateral Tehran dan Baghdad.
Murphy menambahkan, represi Washington terhadap Tehran merupakan salah satu alasan kedekatan lebih besar kedua negara, namun demikian ini bukan keseluruhannya.
Mantan staf kemenlu AS ini menjelaskan, harapan Washington adalah dengan meningkatkan volume represi sanksi, AS akan mampu memberikan pukulan berat bagi ekonomi dan pendekatan Iran, namun dalam hal ini tidak ada jaminan sama sekali.
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani Senin (11/3) atas undangan resmi sejawatnya dari Irak, Barham Salih dan PM Adil Abdul-Mahdi bersama delegasi politik dan ekonomi berkunjung ke Baghdad untuk bertemu dengan petinggi negara ini.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan mendadaknya ke Irak hanya bertemu dengan serdadu Amerika di pangkalan udara mereka di Irak serta tidak bertemu dengan petinggi Baghdad. Adapun Rouhani melakukan lawatan ke Irak selama tiga hari. (MF)