Kegagalan Perundingan AS dan Taliban
Komandan Pasukan AS di Afghanistan, Jenderal Scott Miller memperingatkan serangan kelompok Taliban terhadap pasukan asing di negara itu.
Dia mengatakan Taliban telah memilih perang ketimbang perundingan dan perdamaian. Oleh karena itu, pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) siap meladeni Taliban.
Kelompok Taliban pada Jumat lalu, mengumumkan dimulainya serangan musim semi di seluruh Afghanistan meskipun terlibat dalam perundingan damai dengan AS. Taliban mengatakan Operasi Fath akan dilakukan di Afghanistan dengan tujuan menghapus pendudukan dan membersihkan Afghanistan dari pasukan asing.
Peringatan Jenderal Miller bisa menjadi sinyal dari kegagalan perundingan Gedung Putih dengan Taliban. Meskipun lima putaran perundingan telah digelar, namun kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang dan menciptakan perdamaian di Afghanistan.
Taliban menuntut penghentian dan penarikan seluruh pasukan asing dari Afghanistan, sementara AS bersedia menghentikan perang meskipun tidak memberi jaminan apapun mengenai penarikan pasukan.
Ini adalah dua tuntutan yang berbeda dalam merintis perdamaian di Afghanistan dan kedua pihak sama-sama tidak menunjukkan fleksibilitas sehingga perundingan mereka berakhir tanpa mencapai kesepakatan apapun.
Seorang pengamat politik Afghanistan, Ahmad Saedi mengatakan, "Motivasi AS dan Taliban dalam perundingan benar-benar berbeda, AS menginginkan gencatan senjata, sementara Taliban menuntut penarikan penuh pasukan asing dari Afghanistan."
Pada dasarnya, AS dan Taliban sama-sama ingin mempertahankan perang dengan tujuan meningkatkan daya tawar mereka. Jelas, pertempuran antara kedua pihak hanya akan meningkatkan kematian warga sipil dan memperburuk konflik di Afghanistan.
Pasukan AS juga akan terseret dalam kondisi seperti 17 tahun lalu, di mana perang selalu membawa kegagalan bagi mereka. (RM)