Trump akan Umumkan Perincian Sanksi baru terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i73896-trump_akan_umumkan_perincian_sanksi_baru_terhadap_iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Rabu (18/09) dihadapan Penasihat baru Gedung Putih, Robert O'Brien mengatakan, "Dalam tempo 48 jam mendatang, Saya akan umumkan perincian sanksi baru terhadap Iran."
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 19, 2019 11:34 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Rabu (18/09) dihadapan Penasihat baru Gedung Putih, Robert O'Brien mengatakan, "Dalam tempo 48 jam mendatang, Saya akan umumkan perincian sanksi baru terhadap Iran."

Trump mengklaim sanksi baru Amerika terhadap Iran akan semakin luas. Presiden AS hari Rabu pagi waktu setempat di akun twitternya menulis, dirinya telah menginstruksikan menteri keuangan untuk menambah sanksi terhadap Iran.

Amerika setelah keluar secara ilegal dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)  8 Mei 2018, mulai meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menerapkan represi terhadap Iran.

Washington mengumumkan, tujuan dari kampanye represi maksimum terhadap Tehran adalah untuk mencapai kesepakatan baru dengan Iran di mana dibahas seluruh masalah yang diinginkan Amerika Serikat.

Petinggi pemerintah Amerika ketika selalu berbicara mengenai perundingan dan kesepakatan baru dengan Iran, Washington tahun lalu secara ilegal keluar dari JCPOA yang membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai kesepakatan. Tak hanya itu, Amerika juga memulihkan sanksi ilegal nuklirnya terhadap Iran.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu (26/06) saat bertemu dengan presiden, pejabat pemerintah serta sejumlah hakim beserta staf Mahkamah Agung menyebut tujuan usulan Amerika berunding adalah untuk melucuti senjata bangsa dan menghapus faktor-faktor kekuatan Iran.

Rahbar mengingatkan, Amerika takut bergerak karena khawatir atas faktor-faktor kekuatan bangsa Iran. Oleh karena itu, mereka ingin melucuti faktor-faktor ini dari Iran melalui perundingan sehingga mereka dapat memperlakukan bangsa Iran sesuka hatinya.

Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota utama front muqawama memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Israel di kawasan. (MF)