NISA dan CIA Gunakan Anak-anak Sebagai Informan
https://parstoday.ir/id/news/world-i8446-nisa_dan_cia_gunakan_anak_anak_sebagai_informan
Badan-badan yang terkait dengan Dinas Intelijen dan Keamanan Nasional Somalia (NISA), selama bertahun-tahun memaksa anak-anak untuk bekerja sebagai informan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 08, 2016 15:27 Asia/Jakarta
  • NISA dan CIA Gunakan Anak-anak Sebagai Informan

Badan-badan yang terkait dengan Dinas Intelijen dan Keamanan Nasional Somalia (NISA), selama bertahun-tahun memaksa anak-anak untuk bekerja sebagai informan.

Seperti dilansir Sputniknews, Ahad (8/5/2016), laporan terbaru mencatat bahwa badan-badan keamanan dan intelijen Somalia telah menggunakan anak-anak sebagai informan dan juga ada dugaan keterlibatan Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) dalam kasus ini.

Anak laki-laki yang melarikan diri dari kelompok teroris, selama bertahun-tahun ditahan di sebuah pusat penahanan milik pemerintah Somalia di Mogadishu. Mereka kemudian dipaksa untuk bekerja sebagai mata-mata.

Anak-anak dimanfaatkan untuk mengumpulkan data intelijen dan kadang-kadang disuruh memakai seragam NISA. Menurut anak-anak, mereka terancam jika menolak untuk bekerja sama, dan orang tua mereka juga tidak tahu di mana mereka berada.

Kepala intelijen Somalia membantah bahwa anak laki-laki dipaksa bekerja sebagai mata-mata, dan mengklaim bahwa beberapa dari mereka secara sukarela terlibat dalam operasi intelijen.

Meskipun rincian dari operasi CIA di Somalia tidak diungkapkan, namun para pejabat Somalia mengatakan kedua lembaga memiliki kerjasama yang erat.

"Tidak ada misi yang dilakukan NISA tanpa sepengetahuan CIA," kata seorang pejabat senior Somalia dengan syarat anonim.

Seorang pejabat keamanan Somalia menegaskan bahwa NISA masih "menyimpan" ratusan anak-anak dan menggunakan mereka sebagai aset intelijen.

Menurut beberapa mantan dan pejabat AS, pemerintah Washington selama bertahun-tahun mendukung badan keamanan dan intelijen Somalia dalam hal pendanaan dan pelatihan, meskipun penggunaan informan anak melanggar hukum internasional.

Pada tahun 2015, UNICEF mencatat lebih dari 300 kasus anak-anak yang digunakan sebagai tentara oleh pasukan Somalia. (RM)