AS Berusaha Memperpanjang Masa Berlaku Kesepakatan Nuklir dengan Iran
-
Antony Blinken.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan, jika Iran kembali mematuhi kesepakatan nuklir JCPOA, kami juga akan melakukan hal yang sama.
“Kami juga akan berusaha membuatnya – seperti yang kami katakan – lebih panjang dan lebih kuat,” ujarnya dalam wawancara dengan Channel 12 Israel, Rabu (26/5/2021) seperti dikutip laman Farsnews.
“Saya pikir, kami sudah katakan dengan jelas apa yang perlu dilakukan oleh masing-masing pihak untuk kembali mematuhi JCPOA, tetapi masih ada satu pertanyaan yang belum terjawab, apakah Iran benar-benar siap untuk melakukan apa yang diperlukan untuk kembali pada kepatuhan,” kata Blinken.
Dia mengakui bahwa Washington dan Tel Aviv memiliki perbedaan tentang bagaimana mencegah Iran memperoleh kemampuan nuklir.
Namun, lanjut Blinken, AS dan rezim Zionis benar-benar sepakat bahwa Iran tidak akan pernah bisa memperoleh kemampuan nuklir. Bukan rahasia lagi bahwa dari waktu ke waktu kami punya perbedaan mengenai cara terbaik untuk sampai ke sana, untuk memastikan bahwa Iran tidak mendapatkan senjata.
“Dari perspektif kami, JCPOA melakukan persis apa yang ingin dicapai,” tambahnya.
Menlu AS mengklaim bahwa sebelum Trump keluar dari JCPOA, Iran akan membutuhkan setidaknya satu tahun jika ingin memproduksi bahan fisil nuklir, tetapi mereka sekarang hanya perlu waktu yang sangat singkat untuk melakukannya.
Dia menjelaskan bahwa jika JCPOA dihidupkan kembali, pemerintahan Biden juga ingin memperkuat dan memperpanjang (masa berlaku) kesekapatan ini.
“Kami juga akan bekerja keras untuk terlibat dalam masalah lain seperti, kegiatan destabilisasi yang dilakukan Iran di kawasan, penyebaran senjata dan sebagainya,” ungkap Blinken.
Republik Islam Iran berulang kali membantah klaim Barat bahwa mereka berusaha memperoleh senjata nuklir. (RM)