Farvin Etesami, Penyair Perempuan Kontemporer Iran
-
Parvin Etesami
Tanggal 25 Isfand yang bertepatan dengan 15 Maret dalam kalender nasional Iran diperingati sebagai hari mengenang kelahiran seorang penyair perempuan kontemporer, Parvin Etesami.
Parvin Etesami, penyair perempuan Persia kontemporer lahir di Tabriz pada 25 Isfand 1285 Hs. Ayahnya, Yusuf Etesam Al-Muluk, adalah seorang penulis dan penerjemah sastra di masanya. Sejak kecil Parvin sudah pindah Tehran bersama keluarganya.
Rumah ayah Parvin menjadi tempat pertemuan sastra. Malik al-Shuara Bahar dan Ali Akbar Dehkhoda termasuk di antara tokoh yang menghadiri pertemuan sastra di rumah tersebut. Parvin dididik di bawah bimbingan ayahnya di lingkungan ilmiah dan sastra hingga mencapai kematangan intelektual dan budaya. Tidak heran ia terbiasa dengan ide-ide elit sastra di masanya. Perpustakaan ayahnya yang lengkap, menggabungkan koleksi ilmu kuno dan ilmu modern, membentuk kematangan pemikiran Parvin. Sejak usia dini, ia sudah mendapatkan pelajaran puisi di bawah bimbingan sang ayah.
Koleksi karya puisi Parvin menjadi perhatian banyak sastrawan. Puisinya bersifat edukatif dan etis. Di dalamnya terdapat lebih dari tujuh puluh dialog dan perdebatan termasuk temasuk antara manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda. Malik Al-Shuara Bahar memandang Parvin Etesami sebagai orang yang menghidupkan seni perdebatan dalam puisi Persia yang mudah dipahami, dan sederhana, tapi memiliki karakter kuat.
Puisi Parvin kaya akan pemikiran dan makna. Ia tampil menjadi pemikir perkasa yang menuliskan buah pemikirannya tentang manusia dan berbagai aspek kehidupan dengan pesan moral dan sosialnya yang kuat. Ayahnya, Yusuf Etesam al-Mulk menjelaskan tentang puisi puterinya, "Puisi Parvin bukanlah puisi tentang keadaan dan kondisi pribadinya, tapi puisi tentang pendidikan dan penyucian diri serta nilai etika yang umum, irama kelembutan, kasih sayang, keutamaan, itikad kuat dan tindakan,".
Karya Parvin lahir dari dinamika sosial di zamannya. Revolusi Konstitusi di Iran dipengaruhi oleh ide-ide abad pencerahan Eropa pada 1905 yang menjadi salah satu faktor paling berpengaruh dalam puisi Parvin.
Revolusi Konstitusi adalah salah satu periode yang paling bergejolak dan penting dalam dinamika Iran modern. Meskipun revolusi ini gagal mencapai tujuannya, tapi membawa perubahan besar dalam berbagai institusi dan struktur sosial-politik Iran. Selama waktu ini, tingkat ketidakpuasan publik meningkat yang menjadi dasar kemunculan revolusi selanjutnya di Iran.
Sejalan dengan tren revolusi konstitusi, jenis sastra baru di Iran juga dipengaruhi oleh sastra Eropa. Seiring perubahan sosial-ekonomi Iran, bentuk feodal dan struktur kelas berangsur-angsur menghilang, dan struktur puisi baru lahir dengan warna baru yang dipandang memenuhi kebutuhan zamannya.
Pada saat ini, banyak penyair mengandalkan emosi untuk menghidupkan orang, dan kepedulian sosial menjadi motivasi utama puisi. Sastra era ini adalah sastra baru dengan bentuk dan konten yang berbeda dengan sastra klasik. Model puisinya secara inheren merupakan representasi dari masalah sosial dan politik di masanya atau setidaknya terkait dengan masalah tersebut.
Puisi era revolusi konstitusional menjangkau masyarakat dengan tema-tema populer dan bahasa sederhana. Komitmen sosial dan politik ini mendorong sastra ke arah cara pengajaran tertentu. Sastra pendidikan, salah satu bagian tertua dari puisi dan sastra Persia, biasanya berkaitan dengan pendidikan etika yang lebih mementingkan doktrin agama, mistik dan sebagainya. Tetapi dalam puisi dan sastra pasca-konstitusional bergerak menuju ke arah lain. Dalam puisi pendidikan di zaman revolusi konstitusional, selain isu-isu politik dan sosial juga dibahas masalah etika.
Di era pemerintahan Reza Shah Pahlavi antara tahun 1300 hingga 1320 Hs, bertepatan dengan tahun-tahun puncak gerakan revolusi konstitusional dan kemenangannya. Ketika itu, kesusastraan Iran lebih banyak dipengaruhi oleh romantisisme, terutama romantisisme Prancis.
Karya-karya sastra periode ini penuh dengan tema sosial berulang seperti perbedaan kelas, simpati untuk yang tertindas, kemiskinan dan perampasan kelas yang sering disertai dengan "kemarahan sosial dan panggilan untuk reformasi".
Tidak heran jika di era itu muncul banyak penyair politik. Parvin Etesami, yang disebut sebagai penyair metaforis dan misterius di zaman itu, berhasil menerbitkan buku puisinya sendiri. Parvin memiliki gaya khusus melalui bahasa zamannya yang sederhana dan teknik puisi klasik yang solid, serta desain tema moral dan sosial, dengan pendekatan revolusioner dan romantis.
Dengan cara pengungkapan yang lembut, Parvin menguraikan masalah sosial yang dihadapi masyarakat dalam puisinya. Dia mengaitkan keprihatinan sosial dan politik yang serius dengan emosi yang dalam dan menyampaikan masalah masyarakat melalui ekspresi emosional dan stimulasi afektif. Dalam puisinya, Parvin telah berusaha untuk mengatasi masalah sosial besar seperti ketidakadilan sosial dan kemiskinan, juga kesenjangan kelas dengan membangkitkan perasaan manusia dan mengingatkan filantropi serta ajaran etis.
Penekanan Parvin terhadap idealisme dalam masyarakat yang menghadapi berbagai gejolak sosial, menunjukkan adanya mimpi dan aspirasi yang tidak terwujud, sehingga tampak perasaan gagal dan putus asa dalam berbagai karya. Meskipun kadang-kadang dia melihat masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan dan lainnya, tapi juga dan berharap untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.(PH)