Mar 25, 2020 14:21 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 25 Maret 2020

Ibnu Bari Meninggal Dunia

942 tahun yang lalu, tanggal 30 Rajab 499 HQ, Ibnu Bari, seorang sastrawan dan linguis Arab berkebangsaan Mesir terlahir ke dunia.

 

Semasa hidupnya ia tinggal di Kairo. Di kota itulah ia menimba ilmu dari para ilmuwan zamannya. Dengan cepat, ia menjadi sastrawan besar di zamannya. Setelah itu, waktunya lebih banyak diluangkan untuk mengajar Quran dan sastra Arab.

 

Di akhir hayatnya, ia mulai menulis sejumlah kitab. Sampai saat ini, karya-karya tulisnya di bidang nahwu dan bahasa bisa dibaca.

 

Mahasiswa Menduduki Kedubes Mesir di Tehran

 

41 tahun yang lalu, tanggal 6 Farvardin 1358 HS, mahasiswa Iran menduduki Kedubes Mesir di Tehran.

 

Setelah berbulan-bulan perundingan antara Israel dan Mesir dengan Amerika sebagai penengahnya, ditandatangani perjanjian damai antara keduanya di Washington. Menjelang terlaksananya gerakan pengkhianatan ini, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan yang menyebut perjanjian damai Anwar Sadat, Presiden Mesir waktu itu dengan Israel sebagai bentuk pengkhianatan kepada Islam dan Muslimin sekaligus mengutuk perjanjian tersebut.

 

Dalam aksi protes atas kesiapan Mesir untuk menandatangani perjanjian damai, dini hari 6 Farvardin 1358 HS, lebih dari lima puluh mahasiswa Arab yang tinggal di Iran menyerang Kedutaan Besar Mesir di Tehran dan menduduki halamannya. Setelah itu mereka menyebarkan pamflet berisi 5 butir pernyataan. Selain memrotes kinerja pemerintah Mesir, disebutkan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil bangsa Palestina.

 

Sekalipun aksi ini didukung oleh para mahasiswa Iran, tapi Kementerian Luar Negeri Pemerintah Sementara menilai itu tidak menguntungkan Revolusi Islam Iran dan revolusi bangsa Palestina. Akhirnya, para mahasiswa yang menempati gedung Kedubes Mesir sehari setelahnya (7 Farvardin 1358 HS) harus meninggalkan tempat itu.

 

Ketika pemerintah Mesir menerima Shah Iran yang dilengserkan, pemerintah Iran memutuskan hubungan politiknya dengan Mesir.

Bendera Nasional Iran dan Mesir.

AS Tarik Pasukan dari Somalia

 

26 tahun yang lalu, tanggal 25 Maret 1994, AS terpaksa menarik pasukannya dari Somalia setelah menanggung kekalahan yang tak terduga.

 

Setelah tumbangnya rezim Muhammad Siad Barrah, kesepakatan untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi di Somalia membentur jalan buntu yang kemudian berlanjut dengan pecahnya perang saudara. Desembar tahun 1992, untuk melindungi kepentingannya, AS mengirimkan pasukan ke negara itu sebagai bagian dari pasukan PBB.

 

Namun tanpa diduga, pasukan AS mendapatkan perlawanan sengit dari orang-orang Somalia. Ratusan warga Somalia tewas, sementara tentara AS yang terbunuh berjumlah 100 orang. Melihat posisinya yang kian terjepit, AS memutuskan untuk mundur dari negara itu.