Lintasan Sejarah 27 Maret 2020
Hari ini, Jumat tanggal 27 Maret 2020 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Syaban 1441 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Farvardin 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Khoja Abdullah Anshari Lahir
1045 tahun yang lalu, tanggal 2 Sya'ban 396 HQ, Khoja Abdullah Anshari, ahli fiqih, penyair, dan ulama terkemuka pada abad ke-5 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Herat, Afghanistan.
Khoja Abdullah Anshari dikenal dengan julukan "Pir Herat". Abdullah Anshari banyak meninggalkan karya penulisan bernilai tinggi di bidang sufisme dengan format naratif dan syair, dalam bahasa Arab dan Persia. Karyanya yang paling terkenal adalah "Munajat Nameh", "Mahabbat Nameh", dan "Zadul Arifin".
Dia juga menulis sebuah kitab tafsir Al-Quran yang bergaya sastra dan sufisme, sehingga menjadi aliran baru dalam penulisan tafsir Quran. Abdullah Anshari meninggal dunia pada tahun 481 Hijriah.
Rakyat Bangkit Melawan Shah Pahlevi di Arbain Syuhada Tabriz
42 tahun yang lalu, tanggal 8 Farvardin 1357 HS, rakyat bangkit melawan Shah Pahlevi di peringatan Arbain syuhada Tabriz.
Menyusul publikasi tulisan yang menghina Imam Khomeini ra di surat kabar Ettelaat pada 17 Dey 1356 Hs dan munculnya Kebangkitan 19 Dey di kota Qom, akhirnya warga Iran di seluruh penjuru negeri mulai melakukan demonstrasi menentang rezim Shah Pahlevi. Aksi demo ulama dan rakyat Qom mendukung Imam Khomeini ra, pemimpin mereka yang diasingkan dan protes mereka atas kelancangan terhadap ulama besar ini berujung pada aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan rezim Shah. Represi itu mengakibatkan jatuhnya banyak korban; baik yang syahid maupun yang cedera.
Mendekati peringatan 40 hari syuhada 19 Dey di Qom, kota Tabriz pada 29 Bahman 1356 menyelenggarakan peringatan yang diikuti secara luas oleh rakyat kota ini. Tapi peringatan ini dirusak oleh serangan yang dilakukan oleh aparat keamanan rezim Shah dengan senjata lengkap dan terjadilah tragedi kemanusiaan yang lebih buruk dari yang terjadi di Qom. Beberapa waktu berlalu dan ketika mendekati peringatan 40 hari tragedi tersebut, rakyat Iran di penjuru negeri melakukan aksi unjuk rasa. Sementara rakyat Tabriz sendiri melakukan aksinya pada 8 Farvardin 1357 HS.
Protes yang dilakukan rakyat semakin meluas. Ayatullah Sadouqi mengajak para pedagang menutup pasar dan bergabung dengan masyarakat di masjid Jami Yazd. Pertemuan akbar ini dimulai dengan pidato dan dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan. Namun seperti yang sudah-sudah, aparat keamanan dengan senjata lengkap menyerang warga dan banyak korban berguguran. Peringatan Arbain Syuhada Tabriz juga dilakukan di kota-kota seperti Ahvaz dan Jahrom. Di dua kota ini, militer Shah juga melakukan serangan membabi-buta.
Peristiwa ini membuat pergerakan Revolusi Islam semakin cepat yang berujung pada kemenangannya pada 22 Bahman 1357 HS.
Yeltsin Angkat Kiriyenko
22 tahun yang lalu, tanggal 27 Maret 1998, Presiden Boris Yeltsin mengangkat Sergei Kiriyenko sebagai Perdana Menteri Rusia dan mengancam membubarkan parlemen jika menolak pengangkatan itu.
Yeltsin dalam suratnya kepada majelis rendah, Duma, mendesak para anggota legislatif untuk menyetujui Kiriyenko mengepalai pemerintahan baru.
Duma harus melakukan pemungutan suara terhadap pengangkatan Kiriyenko dalam satu minggu ini. Jika Duma tiga kali menolak calon Yeltsin untuk perdana menteri, presiden harus membubarkan Duma dan menyerukan diadakannya pemilu untuk memilih anggota parlemen yang baru.
Yeltsin menyatakan setuju terhadap rencana Kiriyenko untuk mempercepat dan memperluas reformasi pasar bebas yang terganggu karena merebaknya korupsi dan inefisiensi secara besar-besaran dalam pemerintahan.