Lintasan Sejarah 31 Maret 2020
Allamah Khui Gugur
121 tahun yang lalu, tanggal 6 Sya'ban 1320 HQ, Allamah Khui, seorang ilmuwan besar Islam asal Iran, gugur syahid dalam perjuangan melawan kezaliman.
Setelah bertahun-tahun menimba ilmu dari ulama-ulama besar pada zamannya, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari, beliau mencapai derajat ijtihad.
Allamah Khui berjuang untuk menerapkan pemerintah yang konstitusional serta bebas dari kezaliman dan despotisme di Iran. Akibat perjuangannya itu, Allamah Khui dibunuh oleh antek-antek Syah Muhammad Ali yang merupakan raja dari Dinasti Qajar.
Referendum Historis di Iran
41 tahun yang lalu, tanggal 12 farvardin tahun 1358 Hijriah Syamsiah, atau menurut penanggalan Masehi, hari itu bertepatan dengan tanggal 1 April tahun 1979, berlangsung sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Iran.
Menyusul kemenangan Revolusi Islam di bawah pimpinan Imam Khomeini, dilangsungkan sebuah referendum monumental untuk membentuk pemerintahan baru hasil pilihan rakyat selepas tumbangnya rezim diktator Shah Pahlevi. Hasil referendum tersebut menunjukkan bahwa 98, 2% rakyat Iran memilih untuk bernaung di bawah sebuah pemerintahan Islami.
Sejak gerakan revolusi mencapai kemenangannya, rakyat Iran sebenarnya sudah diketahui menginginkan sebuah pemerintahan Islami. Akan tetapi, untuk membungkam berbagai agitasi kaum arogan dunia, Imam Khomeini tetap memerintahkan penyelenggaran referendum ini.
Dengan hasil seperti ini, negara-negara Barat betul-betul kehilangan isu politik untuk mengguncang pemerintahan Islami di Iran. Karena berdirinya sebuah pemerintahan religius yang berlandaskan nilai-nilai Islam ini didukung oleh mayoritas mutlak rakyat Iran.
Keanggotaan Mesir pada Liga Arab Digantung
41 tahun yang lalu, tanggal 31 Maret 1979, negara-negara anggota Liga Arab sepakat untuk menggantung keanggotaan Mesir dalam organisasi tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Reaksi keras itu diambil oleh Liga Arab menyusul tindakan Mesir yang bersedia menandatangani Perjanjian Camp David dengan rezim penjajah Israel, Januari tahun 1978. Peristiwa tersebut juga menandai semakin dikucilkannya Mesir dari pergaulan internasional.
Segera setelah Mesir menandatangani perjanjian Camp David, sejumlah negara Arab dan muslim langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan negeri piramid itu. Situasi ini berlangsung sekitar satu dekade. Pada akhir tahun 80-an, dengan upaya keras AS dan juga mengendurnya sikap anti Israel yang ditunjukkan oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), status Mesir sebagai anggota Liga Arab kembali dipulihkan.