Mencermati Insiden Tenggelamnya Warga Afghanistan di Perbatasan
https://parstoday.ir/id/radio/world-i81941-mencermati_insiden_tenggelamnya_warga_afghanistan_di_perbatasan
Setelah terilisnya berbagai berita mengenai tewasnya sejumlah warga Afghanistan di wilayah negara ini dan di daerah perbatasan dengan Iran, sumber terpercaya mengumumkan bahwa insiden tenggelamnya warga Afghanistan di sungai perbatasan tidak ada kaitannya dengan Republik Islam Iran serta tujuan desas-desus yang ditebarkan sejumlah media di Afghanistan di kasus ini adalah untuk merusak hubungan bersahabat kedua negara.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 31, 2020 18:22 Asia/Jakarta
  • Insiden tenggelamnya imigran Afghanistan di perbatasan
    Insiden tenggelamnya imigran Afghanistan di perbatasan

Setelah terilisnya berbagai berita mengenai tewasnya sejumlah warga Afghanistan di wilayah negara ini dan di daerah perbatasan dengan Iran, sumber terpercaya mengumumkan bahwa insiden tenggelamnya warga Afghanistan di sungai perbatasan tidak ada kaitannya dengan Republik Islam Iran serta tujuan desas-desus yang ditebarkan sejumlah media di Afghanistan di kasus ini adalah untuk merusak hubungan bersahabat kedua negara.

Menurut sumber ini, penjaga perbatasan Iran setelah tersiarnya berita tenggelamnya warga Afghnistan di jejaring sosial Afghanistan menekankan bahwa penjaga perbatasan Iran serius menindalanjuti berita ini dan bahkan tidak ditemukan bekas pukulan atau luka di jenazah warga Afghanistan tersebut.

Sejumlah warga Afghanistan beberapa waktu lalu berusaha memasuki wilayah Republik Islam Iran yang menurut protokol perbatasan mereka bukan termasuk pencari suaka, tapi imigran ilegal dan dicap sebagai pelanggar perbatasan.

Berdasarkan protokol ini, penembakan terhadap imigran gelap merupakan hak pasukan perbatasan Iran, namun pasukan perbatasan Iran tidak menembaki warga Afghanistan ini. Setelah mereka ditahan sebentar di pos perbatasan, mereka dikembalikan ke wilayah Afghanistan.

Menyusul penerbitan beberapa dugaan bahwa warga Afghanistan dilemparkan ke sungai di perbatasan antara Iran dan Afghanistan, para pejabat perbatasan kedua negara membahas masalah ini dalam pertemuan bersama. Menjelaskan pertemuan itu, sebuah delegasi yang terdiri dari para pakar perbatasan Afghanistan memasuki Iran dan meninjau lokasi yang diklaim, memeriksa masalah-masalah di lapangan dan meninggalkan Iran menuju Afghanistan.

Delegasi Afghanistan menangguhkan hasil penyidikannya beberapa hari kedepan setelah bermusyawarah dengan petinggi negara ini. Sebelum pertemuan bersama ini, penjaga perbatasan Iran berdasarkan protokol internasional, beberapa kali secara tertulis meminta Afghanistan mengirim delegasi untuk menyelidiki kasus yang ada.

Menurut laporan sumber lapangan, pemerintah Afghanistan tidak mengarahkan tudingan kepada Republik Islam Irna terkait insiden tenggelamnya warga negara ini, tapi langkah provokatif ini dilakukan lembaga NGO Afghanistan di bawah pengaruh Amerika untuk memanfaatkan kasus ini guna merusak hubungan Iran-Afghanistan.

Kantor Berita IRNA menulis, laman Hazaristan Afghanistan Sabtu (16/05/2020) melaporkan, konspirator di balik tenggelamnya imigran Afghanistan di perbatasan Iran adalah seorang perwira AS keturunan Afghanistan dan seorang wartawan terkait.

Mengutip sebiah sumber terpercaya Hazaristan menguak fakta di balik berita yang mengklaim penyiksaan dan penenggelaman imigran Afghanistan oleh para penjaga perbatasan Iran di wilayah perbataasn Dzulfiqar. Menurut laporan ini, sumber ini yang juga salah satu imigran Afghanistan yang selamat dari insiden dan konspirasi iniserta menolak disebutkan identitasnya kepada BBC mengatakan, seorang perwira AS keturunan Afghanistan dan seorang wartawan terkait berada di balik skenario konspirasi Amerika anti Iran di peristiwa ini.

Departemen Luar Negeri Iran juga mengumumkan, insiden ini tidak terjadi di wilayah Iran dan negara ini menolak tudingan aksi penyiksaan dan penenggelaman imigran Afghanistan.

Sementara itu, Iran membangun 57 pos perbatasan di wilayah Afghanistan dan 35 di antaranya tidak ada pasukan Afghanistan dan di 22 pos perbatasan diisi oleh kelompok Taliban serta pasukan perbatasan pemerintah Afghanistan tidak memiliki kontrol atas pos-pos tersebut.

Menurut sumber terpercaya, Republik Islam Iran tiga kali memprotes pemerintah Kabul atas kekosongan pos-pos perbatasan Afghanistan. Berdasarkan protokol yang dijelaskan dan perjanjian perbatasan antara Iran dan Afghanistan, perbatasan bersama sepanjang 945 km kedua negara dikelola bersama serta setiap peristiwa di sisi perbatasan masing-masing langsung diselidiki kedua negara.

Berita tenggelamnya imigran Afghanistan di Sungai Hari di perbatasan Iran dan Afghanistan dirilis pada awal Mei 2020 dan sejumlah jejaring sosial mengklaim bahwa imigran ini adalah pencari pekerjaan serta berencana memasuki wilayah Iran di mana mereka kemudian ditangkap pasukan penjaga perbatasan Republik Islam. Kemudian diklaim setelah mereka dipukuli lantas di lemparkan ke sungai Hari di mana sejumlah dari mereka tenggelam di sungai.