Dituduh Tak Mau Negara Palestina Berdiri, Ini Jawaban Saudi atas Trump
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i171342-dituduh_tak_mau_negara_palestina_berdiri_ini_jawaban_saudi_atas_trump
Parstoday – Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan Arab Saudi tidak menginginkan berdirinya negara merdeka Palestina, Riyadh langsung merespons statemen itu.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
Feb 05, 2025 15:01 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman
    Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman

Parstoday – Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan Arab Saudi tidak menginginkan berdirinya negara merdeka Palestina, Riyadh langsung merespons statemen itu.

Trump dalam jumpa pers dengan Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, mengatakan Saudi, menginginkan solusi dua negara, dan tidak menginginkan pendirian negara Palestina, sebagai konsesi atas normalisasi hubungan dengan Israel.
 
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rabu (5/2/2025) mengumumkan, sikap Riyadh terkait pendirian negara Palestina, adalah sikap yang kukuh, stabil, dan tidak tergoyahkan.
 
Menurut Kemlu Saudi, hal ini ditekankan secara terbuka, transparan, dan tidak bisa ditafsirkan oleh Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dalam pidatonya pada 18 September 2024.
 
MBS menuturkan, Saudi tidak akan pernah berhenti dalam upaya tak kenal lelahnya di jalan pembentukan negara merdeka Palestina dengan ibu kota Al Quds Timur, dan Saudi tidak akan pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, tanpa pembentukan negara Palestina.
 
Kemlu Saudi menambahkan, Putra Mahkota Saudi, juga menyampaikan sikap tegas ini dalam pertemuan darurat para pemimpin negara Arab dan Islam, di Riyadh pada 11 November 2024.
 
Pada kesempatan itu, MBS mengatakan upaya-upaya pembentukan negara Palestina di perbatasan-perbatasan tahun 1967 dengan ibu kota Al Quds Timur terus berlanjut, dan ia menuntut dihentikannya pendudukan Israel, atas tanah Palestina.
 
Lebih dari itu Putra Mahkota Arab Saudi, bahkan mengajak sejumlah negara yang mencintai perdamaian untuk mengakui secara resmi negara Palestina. (HS)