Beban Ganda Saudi; Krisis Ekonomi di Tengah Serangan Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194072-beban_ganda_saudi_krisis_ekonomi_di_tengah_serangan_yaman
Pars Today - Jaringan berita CNN, dalam sebuah laporan dengan merujuk pada bahwa Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir selalu berupaya menjauhkan diri dari ketegangan dan konflik regional, menulis, "Tampaknya kendali atas ketegangan telah lepas dari tangan Riyadh, dan Arab Saudi sedang terseret ke dalam perang yang tidak diinginkan yang sangat ia usahakan untuk dihindari."
(last modified 2026-07-30T04:31:51+00:00 )
Jul 30, 2026 11:30 Asia/Jakarta
  • Mohamed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi
    Mohamed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi

Pars Today - Jaringan berita CNN, dalam sebuah laporan dengan merujuk pada bahwa Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir selalu berupaya menjauhkan diri dari ketegangan dan konflik regional, menulis, "Tampaknya kendali atas ketegangan telah lepas dari tangan Riyadh, dan Arab Saudi sedang terseret ke dalam perang yang tidak diinginkan yang sangat ia usahakan untuk dihindari."

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Kamis, 30 Juli 2026, CNN, dalam laporan ini, dengan menyatakan bahwa Arab Saudi selama dekade terakhir telah fokus pada menarik investasi asing dan menjadi pusat ekonomi regional, serta menerapkan kebijakan de-eskalasi, menambahkan, "Namun, tampaknya strategi ini kini menghadapi krisis serius, karena Arab Saudi melihat dirinya berada di tengah badai."

Laporan ini menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan militer di kawasan telah meningkatkan tekanan pada Arab Saudi dan menempatkan negara ini dalam posisi yang sulit antara mempertahankan hubungan dengan sekutunya dan mencegah keterlibatan langsung dalam konflik.

Laporan ini selanjutnya mengatakan, "Serangan-serangan terbaru Houthi (Ansarullah Yaman) terhadap fasilitas minyak di pesisir Laut Merah dan pengumuman blokade lalu lintas kapal-kapal Arab Saudi di Selat Bab al-Mandab telah menciptakan tantangan besar bagi Riyadh, karena sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi, akibat gangguan di Selat Hormuz, dilakukan melalui jalur Laut Merah."

Berdasarkan laporan ini, Arab Saudi telah menanggung biaya besar untuk memodernisasi militernya, tetapi luasnya wilayah, garis pantai, dan fasilitas minyak yang tersebar di negara ini membuat pertahanannya menjadi sulit.

Laporan ini menambahkan bahwa Arab Saudi saat ini menghadapi dampak ekonomi yang signifikan dari konflik di kawasan, karena pada kuartal pertama tahun ini (2026), ia mencatat defisit anggaran kuartalan terbesar sejak 2018, karena meningkatkan pengeluaran untuk mengkompensasi dampak perang dan ekonomi yang lesu.

Menurut laporan ini, kekhawatiran keamanan dan konsekuensi ekonomi dari ketidakstabilan regional, termasuk dampaknya pada pasar energi dan jalur pelayaran, adalah salah satu perhatian terpenting pejabat Saudi.

CNN, di akhir laporan ini, dengan menyatakan bahwa tampaknya kesabaran Arab Saudi setelah berbulan-bulan menahan serangan dan tekanan ekonomi telah habis, menulis bahwa Riyadh dengan jelas telah memutuskan bahwa mulai sekarang, setiap serangan baru terhadap negaranya akan direspons dengan respons militer yang segera dan langsung.(Sail)