Presiden Rezim Zionis: Proses Pengampunan Netanyahu Dihentikan
-
Benjamin Netanyahu
Pars Today – Bersamaan dengan berlanjutnya sidang pengadilan Benjamin Netanyahu atas tuduhan korupsi keuangan dan penyalahgunaan kekuasaan, Presiden rezim Zionis menghentikan proses peninjauan permintaan pengampunan (amnesti) untuknya.
Menurut laporan IRNA Senin (25/5/2026) yang mengutip saluran 11 televisi rezim Zionis (Kan), Isaac Herzog, Presiden rezim ini, membatalkan proses penghentian pengadilan Netanyahu. Ia mengambil langkah ini sementara Netanyahu mengabaikan undangannya untuk bernegosiasi dengan Jaksa Agung dan tidak memberikan tanggapan.
Berdasarkan laporan ini, sekitar satu bulan yang lalu, Herzog meminta Netanyahu untuk memulai dialog dengan Gali Baharav-Miara, Jaksa Agung, untuk mencapai kesepakatan hukum tentang kasus pengampunan; permintaan yang disertai dengan dukungan penuh dari lembaga peradilan. Tetapi Perdana Menteri tidak memberikan respons positif, bahkan tidak menolaknya.
Penolakan Herzog terhadap penghentian pengadilan Netanyahu terjadi sementara sidang pengadilannya atas tuduhan korupsi keuangan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran kepercayaan publik terus berlanjut. Ia juga telah berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, dengan alasan situasi keamanan dan perang, mengganggu proses peradilan.
Menurut laporan, Netanyahu sejauh ini telah hadir di sidang pengadilan lebih dari 80 kali, dan jaksa penuntut rezim Zionis telah mengumumkan bahwa hanya sekitar 10 sidang lagi yang tersisa dari proses pengadilannya. Namun demikian, Perdana Menteri Israel sejak dimulainya perang melawan Iran akhir-akhir ini telah berulang kali mengganggu proses peradilan.
Sementara itu, para analis hukum di wilayah pendudukan percaya bahwa penghentian berulang, permintaan terus-menerus untuk penundaan, dan kepergian mendadak Netanyahu dari sidang pengadilan, menunjukkan upaya jelasnya untuk melarikan diri dari proses pengadilan dan memperpanjang kasus korupsi.
Sementara itu, awal tahun 2026, "Donald Trump," Presiden AS, dengan menyerang Herzog menyatakan bahwa ia "harus malu pada dirinya sendiri karena tidak mengampuni Netanyahu."
Herzog juga, sebagai respons terhadap tekanan Trump, telah menekankan bahwa setiap peninjauan permintaan pengampunan hanya akan dilakukan sesuai dengan hukum Departemen Kehakiman, kepentingan rezim Zionis, dan tanpa dipengaruhi oleh tekanan internal atau eksternal. (MF)