Guterres Minta Gencatan Senjata di Iran, Lebanon, dan Gaza Dipatuhi
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i191166-guterres_minta_gencatan_senjata_di_iran_lebanon_dan_gaza_dipatuhi
Pars Today – Sekretaris Jenderal PBB, seraya menyatakan keprihatinan atas baku tembak antara Iran dan rezim Zionis, menuntut pembukaan segera semua perlintasan di Jalur Gaza.
(last modified 2026-06-09T06:25:55+00:00 )
Jun 09, 2026 13:23 Asia/Jakarta
  • Antonio Guterres, sekjen PBB
    Antonio Guterres, sekjen PBB

Pars Today – Sekretaris Jenderal PBB, seraya menyatakan keprihatinan atas baku tembak antara Iran dan rezim Zionis, menuntut pembukaan segera semua perlintasan di Jalur Gaza.

Menurut laporan Kantor Berita Fars;  Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB yang pasif, yang telah lama puas hanya menyatakan keprihatinan terhadap kejahatan rezim Zionis dan Amerika Serikat di berbagai negara, sekali lagi bersusah payah untuk menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

 

Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, pada Senin (8/6) sore dalam sebuah pernyataan mengutip Guterres mengatakan: "Dia sangat prihatin tentang meningkatnya kembali ketegangan di Asia Barat. Dia meminta semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan serangan, menahan diri secara maksimal, dan menghindari tindakan apa pun yang dapat semakin memicu situasi tidak stabil saat ini."

 

Dalam pernyataan ini, yang dimuat di situs informasi PBB, disebutkan: "Sekretaris Jenderal meminta semua pihak untuk sepenuhnya mematuhi gencatan senjata di Lebanon, Iran, dan Gaza, dan untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat melemahkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung."

 

Haq melanjutkan: "Sekretaris Jenderal juga sangat prihatin tentang keputusan Israel untuk menutup perlintasan di Gaza. Dia mengulangi permintaannya untuk pembukaan segera semua perlintasan untuk menjamin lintasan bantuan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tanpa hambatan dalam skala besar di seluruh Gaza."

 

Mengenai Selat Hormuz, ia juga mengklaim: "Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa pelaksanaan hak dan kebebasan navigasi, sesuai dengan hukum internasional, harus dihormati. Dia meminta semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan mengambil semua tindakan pencegahan yang mungkin untuk melindungi warga sipil."

 

Pejabat PBB ini juga menambahkan: "Sekretaris Jenderal sekali lagi menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Asia Barat. Satu-satunya jalan ke depan adalah melalui dialog dan negosiasi. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak yang berkepentingan untuk berusaha mencapai solusi diplomatik yang memajukan perdamaian serta keamanan regional dan internasional."(MF)