Ancaman Global; Resistensi Antibiotik pada Anak Meningkat Drastis
https://parstoday.ir/id/news/world-i193886-ancaman_global_resistensi_antibiotik_pada_anak_meningkat_drastis
Pars Today - Sebuah studi global menunjukkan bahwa bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin membuat anak-anak rentan terhadap infeksi-infeksi umum.
(last modified 2026-07-27T10:15:04+00:00 )
Jul 27, 2026 17:11 Asia/Jakarta
  • Anak kecil diberi antibiotika
    Anak kecil diberi antibiotika

Pars Today - Sebuah studi global menunjukkan bahwa bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin membuat anak-anak rentan terhadap infeksi-infeksi umum.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Senin, 27 Juli 2026, situs The Guardian dalam sebuah laporan mengungkapkan:

Penelitian ini, yang dilakukan pada lebih dari 106 ribu sampel infeksi dari anak-anak di 82 negara, menunjukkan bahwa resistensi antibiotik antara tahun 2004 dan 2022 meningkat di semua wilayah dunia, dan diperkirakan akan mencapai tingkat kritis pada tahun 2035.

Harry Booth, seorang remaja berusia 13 tahun asal Australia, selama bulan-bulan dingin berkali-kali dirawat di rumah sakit. Ia berjuang melawan infeksi dada dan saluran kemih yang umum, yang oleh para dokter dianggap sulit diobati. Harry lahir dengan gagal ginjal dan pada usia empat tahun menerima transplantasi ginjal dari ayahnya.

Ia sekarang harus mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuhnya agar tubuhnya tidak menolak ginjal tersebut. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap infeksi, dan bakteri penyebab infeksi ini telah menjadi resisten terhadap beberapa antibiotik umum.

Apa itu Resistensi Antibiotik dan Mengapa Mengancam Anak-Anak?

Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri memperoleh kemampuan untuk bertahan hidup terhadap obat-obatan yang sebelumnya dapat membunuh mereka. Ini berarti antibiotik biasa tidak lagi efektif dan infeksi menjadi lebih sulit diobati.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Murdoch Children's Research Institute bekerja sama dengan University of Sydney menunjukkan bahwa obat-obatan penyelamat yang digunakan untuk mengobati infeksi umum pada anak-anak tidak lagi efektif. Para peneliti menganalisis 106.581 sampel infeksi dari anak-anak di bawah 18 tahun di 82 negara dan menemukan bahwa resistensi antibiotik antara tahun 2004 dan 2022 meningkat di semua wilayah dunia.

Bakteri Berbahaya; dari Infeksi Darah hingga Pneumonia

Dr. Penelope Bryant, dari Murdoch Children's Research Institute, mengatakan bahwa infeksi berat seperti infeksi darah (sepsis) dan pneumonia adalah pendorong utama peningkatan ini. Infeksi ini sering disebabkan oleh bakteri Acinetobacter baumannii, yang memiliki tingkat resistensi obat tertinggi.

Studi ini juga menunjukkan bahwa bakteri Klebsiella, salah satu penyebab umum infeksi saluran kemih, mencatat peningkatan resistensi tercepat di Asia Tenggara, Eropa Timur, dan Pasifik Barat.

Semakin banyak antibiotik digunakan, semakin besar peluang bagi bakteri untuk beradaptasi dan menjadi resisten. Penggunaan antibiotik yang berlebihan pada manusia, hewan ternak, dan pertanian memperburuk krisis ini.

Prediksi Peringatan hingga 2035

Para peneliti memprediksi bahwa resistensi terhadap antibiotik lini terakhir (obat-obatan yang saat ini menjadi pilihan terakhir untuk mengobati infeksi yang resisten) akan meningkat secara signifikan pada tahun 2035, masing-masing mencapai 82 persen untuk Acinetobacter baumannii dan 35 persen untuk Klebsiella.

Anak-Anak; Korban yang Terabaikan dari Krisis Antibiotik

Meskipun resistensi mikroba adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan anak-anak, menurut para peneliti, mereka sebagian besar diabaikan dalam pengawasan dan penelitian global. Hal ini menyebabkan kurangnya obat antibiotik yang sesuai untuk anak-anak dan tidak adanya pedoman yang jelas tentang dosis yang tepat untuk mereka. Anak-anak sangat rentan karena mereka mengalami tingkat infeksi bakteri yang tinggi dan memiliki pilihan antibiotik yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa.

Alat Baru untuk Menghadapi Ancaman

Para peneliti telah meluncurkan situs bernama AMR in Kids yang menyediakan prediksi regional tentang resistensi antibiotik hingga tahun 2035. Alat ini akan membantu mengidentifikasi ancaman yang muncul dan membantu dalam pengambilan keputusan pengobatan.

Tantangan Berbeda di Negara Berpenghasilan Rendah dan Tinggi

Di negara berpenghasilan rendah, resistensi antibiotik disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan sanitasi yang buruk. Di negara berpenghasilan tinggi, penggunaan antibiotik yang berlebihan dalam pertanian, peternakan, dan perawatan kesehatan memperburuk resistensi obat.

Profesor Chris Blyth, Presiden Asosiasi Penyakit Infeksi Australia, mengatakan: "Saya secara teratur melihat anak-anak dengan infeksi sulit yang resisten terhadap obat-obatan utama dan alternatif, dan saya terpaksa menggunakan obat-obatan yang lebih sulit dan mahal untuk didapatkan serta diresepkan, dan kemungkinan besar lebih beracun."

Keluarga Booth berharap alat seperti situs AMR in Kids dapat melindungi anak-anak seperti Harry dengan lebih baik. Elaine Booth mengatakan, "Orang-orang perlahan mulai memahami efek jangka panjang dari antibiotik, tetapi masih ada jalan panjang untuk meningkatkan kesadaran tentang resistensi antibiotik."(Sail)