Jubir Artesh Iran: Seluruh Infrastruktur Amerika Serikat di Erbil, Kurdistan Irak Hancur
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193808-jubir_artesh_iran_seluruh_infrastruktur_amerika_serikat_di_erbil_kurdistan_irak_hancur
Juru Bicara Artesh Republik Islam Iran mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menimbulkan kerusakan serius pada pangkalan-pangkalan Amerika Serikat dan sebagian besar pangkalan tersebut secara operasional tidak lagi memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas.
(last modified 2026-07-26T10:13:51+00:00 )
Jul 26, 2026 17:10 Asia/Jakarta
  • Jubir Artesh Iran: Seluruh Infrastruktur Amerika Serikat di Erbil, Kurdistan Irak Hancur

Juru Bicara Artesh Republik Islam Iran mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menimbulkan kerusakan serius pada pangkalan-pangkalan Amerika Serikat dan sebagian besar pangkalan tersebut secara operasional tidak lagi memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Mehr, Brigjen Mohammad Akraminia pada Sabtu malam dalam sebuah program di televisi Iran mengatakan: "Kami siap apabila perang ini berlanjut untuk kembali melanjutkan operasi kami seperti sebelumnya, hingga Amerika menyadari bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada bangsa Iran melalui agresi."

Juru Bicara Artesh Iran menambahkan: "Pada akhir perang selama 40 hari, kami memperkenalkan drone-drone baru. Jika diperlukan, spesifikasinya akan kami umumkan kemudian. Saat ini kami juga menggunakan drone yang lebih canggih daripada Arash-2, yang memiliki daya hancur, akurasi, dan jangkauan yang lebih tinggi. Hingga kini kami belum mengumumkan spesifikasi drone tersebut."

Brigjen Akraminia mengatakan: "Kami berhasil memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari gencatan senjata, dan juga sejak berakhirnya perang, untuk mengembalikan banyak peralatan yang sempat menjadi sasaran serangan ke dalam siklus operasi. Hal itu benar-benar telah terlaksana."

Ia melanjutkan: "Kami juga memasukkan sejumlah peralatan baru yang memberikan kemampuan yang sangat baik kepada kami dan benar-benar membuat wilayah udara Iran, dibandingkan dengan masa perang 40 hari, menjadi relatif lebih tidak aman bagi musuh."

Juru Bicara Artesh Iran menegaskan: "Tidak ada satu pun negara yang dapat mengklaim bahwa wilayah udaranya seratus persen aman. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, dari waktu ke waktu pesawat tak dikenal memasuki wilayahnya dan bahkan mencapai kawasan Gedung Putih."