Pezeshkian: Keamanan Ekonomi Tak Terpisahkan dari Keamanan Nasional dan Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196656-pezeshkian_keamanan_ekonomi_tak_terpisahkan_dari_keamanan_nasional_dan_regional
Pars Today - Presiden Iran mengatakan: Keamanan ekonomi tidak terpisahkan dari keamanan nasional dan regional, dan setiap kali perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik-militer, dampaknya akan melampaui perbatasan negara tersebut.
(last modified 2026-09-11T14:40:32+00:00 )
Sep 11, 2026 21:27 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian
    Pezeshkian

Pars Today - Presiden Iran mengatakan: Keamanan ekonomi tidak terpisahkan dari keamanan nasional dan regional, dan setiap kali perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik-militer, dampaknya akan melampaui perbatasan negara tersebut.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Mehr, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, dalam pidatonya pada Konferensi Ekonomi Para Pemimpin BRICS di India, menyatakan: "Gangguan pada rantai pasokan dan penggunaan yang semakin meningkat dari alat-alat ekonomi untuk memberikan tekanan politik, telah membuat lingkungan aktivitas ekonomi negara-negara menjadi lebih kompleks. Pertanyaannya adalah, apa jawaban BRICS terhadap masalah-masalah ini?"

 

Pezeshkian menekankan: "Kami percaya bahwa kekuatan sebenarnya BRICS tidak hanya terbatas pada ukuran ekonomi para anggotanya, tetapi menjadi lebih jelas ketika kapasitas-kapasitas ini berubah menjadi jaringan perdagangan, investasi, dan pembiayaan bersama; yaitu transisi dari kerja sama potensial menjadi kerja sama operasional."

 

Presiden Iran mengatakan: "Republik Islam Iran percaya bahwa ketahanan ekonomi tidak mungkin tercapai tanpa diversifikasi mitra dagang, pembiayaan, dan jalur pembayaran. Iran selama bertahun-tahun menghadapi sanksi-sanksi luas, tetapi dalam beberapa bulan terakhir tekanan-tekanan ini memasuki tahap yang sangat sulit dan berbahaya dengan agresi militer AS dan rezim Israel terhadap Republik Islam Iran."

 

Ia melanjutkan: "Agresi ini, di samping kerugian manusia dan material, sekali lagi mengungkapkan sebuah fakta penting; keamanan ekonomi tidak terpisahkan dari keamanan nasional dan keamanan regional. Setiap kali perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik-militer, dampaknya akan melampaui perbatasan negara tersebut dan akan mempengaruhi stabilitas regional bahkan ekonomi global."

 

Pezeshkian menyatakan: "Oleh karena itu, BRICS harus, dengan menciptakan kegiatan-kegiatan yang tangguh untuk ekonomi para anggotanya dan Global South, menciptakan ruang di mana tidak ada negara yang dapat mengganggu perdagangan sah negara lain dengan memonopoli suatu alat keuangan atau teknologi."

 

Ia menyatakan: "Untuk meningkatkan perdagangan intra-BRICS, kita harus bergerak dari kerja sama yang tersebar menuju integrasi bertahap infrastruktur perdagangan. Dalam hal ini, beberapa langkah penting, yaitu: digitalisasi, integrasi proses kepabeanan, fasilitasi perdagangan, pengurangan hambatan regulasi dan administratif, pengembangan pasar, dan fasilitasi investasi bersama sektor swasta."

 

Presiden Iran mengatakan: "Kami juga mengusulkan agar kerja sama dalam standardisasi diperkuat sehingga BRICS berubah dari pasar pertukaran bahan mentah menjadi jaringan rantai nilai dan produksi industri bersama."

 

Pezeshkian menyatakan: "Keamanan pangan dan energi adalah dua pilar fundamental keamanan ekonomi, dan Republik Islam Iran dengan cadangan energi yang besar dan posisi geografis yang unggul, siap memainkan peran sebagai mitra strategis dalam rantai pasokan energi, pangan, dan transportasi di BRICS."

 

Ia menambahkan: "Salah satu langkah terpenting adalah pengembangan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antar anggota. Langkah ini harus disertai dengan penciptaan alat-alat yang diperlukan untuk manajemen risiko mata uang, karena sistem keuangan saat ini, karena terpusat pada beberapa mata uang terbatas, rentan terhadap guncangan politik."

 

Presiden Iran melanjutkan: "Untuk mengubah kerja sama dagang menjadi investasi nyata, Bank Pembangunan Baru harus, melalui jalur kredit khusus, pembiayaan dengan mata uang lokal, dan instrumen jaminan untuk menarik modal swasta, berubah menjadi motor utama pembiayaan infrastruktur dan energi negara-negara anggota."

 

Pezeshkian menyatakan: "Usulan konkret lainnya dari Republik Islam Iran adalah pembentukan perusahaan reasuransi bersama BRICS dengan modal awal 10 miliar dolar untuk menutupi risiko proyek-proyek infrastruktur dan energi besar serta meningkatkan kepercayaan sektor swasta."

 

Ia menyatakan: "Kita juga berada dalam transformasi fundamental ekonomi global dengan masuknya kecerdasan buatan. BRICS tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus berperan dalam produksi pengetahuan dan pembentukan standar ekonomi digital, dan di samping itu, keamanan siber infrastruktur vital juga harus diperkuat."

 

Presiden Iran mengatakan: "Dewan Bisnis BRICS adalah wadah untuk dialog yang harus berubah menjadi motor eksekutif kerja sama ekonomi. Kelompok kerja spesialis harus, dengan indikator-indikator yang jelas, seperti tingkat pertumbuhan perdagangan intra-BRICS, pangsa mata uang nasional dalam perdagangan, dan volume investasi swasta yang masuk, mendefinisikan proyek-proyek yang konkret dan terukur."

 

Pezeshkian menyatakan: "Republik Islam Iran dengan posisi geografis yang unggul dan sumber daya energi, siap menjadi salah satu mata rantai penting konektivitas ekonomi. Kami percaya BRICS akan menjadi kekuatan nyata dalam ekonomi global ketika kerja sama kita terlihat dalam kontrak-kontrak, pabrik-pabrik, pelabuhan-pelabuhan, dan kehidupan ekonomi rakyat negara-negara anggota."

 

Ia menambahkan: "Republik Islam Iran siap, bersama semua anggota BRICS, berupaya membangun ekonomi yang lebih terbuka, lebih tangguh, dan lebih adil." (MF)