Pezeshkian: Republik Islam Iran Menyambut Dialog, Tapi Tidak Tunduk pada Tekanan
-
Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "tidak dapat diterima bahwa ketika sesuatu terjadi pada seseorang di Iran, negara-negara Barat memobilisasi semua opini publik di dunia, tapi tetap diam dalam menghadapi pembunuhan setiap hari terhadap ratusan anak-anak dan perempuan tidak berdosa dan bahkan mendukung para pelaku kejahatan ini."
Menurut laporan IRIB, dalam pertemuan dengan sekelompok "pemikir senior Amerika", Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian menjelaskan bahwa Iran mencari hak, keadilan dan kewajaran, tidak berselisih dengan siapa pun di dunia, dan tentu saja tidak akan tunduk pada penindasan.
Presiden Iran menambahkan, Rezim Zionis dengan meneror Syahid Ismail Haniyeh mencoba membawa Iran ke dalam konfrontasi dan konflik dengan aksi teroris di Tehran.
Menyebut Republik Islam Iran menahan diri dalam mencegah eskalasi ketegangan dan konflik, tapi rezim Zionis telah mencapai puncak kebrutalan dan kejahatannya, Pezeshkian menambahkan, Dengan menyebarkan konflik ke Lebanon, rezim Zionis kembali berusaha untuk melakukan hal yang sama untuk mendorong Iran ke dalam konflik di kawasan, tapi Iran menahan diri menghadapi konspirasi ini.
Presiden Masoud Pezeshkian menjelaskan, Iran tidak menginginkan perang dan konflik, tapi ketika tekanan dan tindakan terhadap Iran semakin intensif dan meluas setiap hari, mungkin akibatnya adalah sesuatu yang tidak diinginkan Iran. Jawaban atas logika dan pandangan Iran adalah dengan tidak mencoba membuka kaki Iran untuk berperang setiap hari.
Pezeshkian juga menyatakan bahwa Iran berkomitmen terhadap JCPOA. Namun ketika JCPOA diterapkan, Amerika dan Barat mengirimkan mata-mata ke Iran bersama dengan inspektur IAEA untuk menunjukkan bahwa Iran telah melanggar komitmennya dengan menyabotase fasilitas nuklir Iran.
"Ini adalah cara Amerika yang setelah mencapai kesepakatan apa pun, berusaha meningkatkan kewajiban pihak lain dengan dalih apa pun untuk mendorongnya mundur dan melemahkannya selangkah demi selangkah dan kemudian memaksakan tuntutan mereka pada pihak yang sudah lemah," tambah Pezeshkian.
Presiden Republik Islam Iran menekankan, Iran tidak memiliki masalah dengan tetangganya dan negara-negara lain di dunia dan bahkan mengumumkan sedang berupaya menciptakan jaringan transportasi yang luas di kawasan yang akan memungkinkan pertukaran yang lebih mudah dengan masyarakat di negara-negara kawasan.(sl)