Jokowi: Pangsa Pasar Industri Syariah Bisa Tembus 1,5 Triliun Dolar
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i117822-jokowi_pangsa_pasar_industri_syariah_bisa_tembus_1_5_triliun_dolar
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memprediksi pangsa pasar industri syariah bisa tumbuh hingga mencapai US$ 1,5 triliun atau setara Rp 21.500 triliun pada 2024.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 27, 2022 02:14 Asia/Jakarta
  • Jokowi: Pangsa Pasar Industri Syariah Bisa Tembus 1,5 Triliun Dolar

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memprediksi pangsa pasar industri syariah bisa tumbuh hingga mencapai US$ 1,5 triliun atau setara Rp 21.500 triliun pada 2024.

Oleh sebab itu Presiden memerintahkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menjadi katalisator serta penggerak industri syariah Indonesia. Tujuannya, agar RI mampu menjadi hub investasi dan industri halal dunia.

Situs kata data melaporkan, Jokowi dalam acara Global Islamic Investment Forum 2022 menjelaskan bahwa Indonesia bisa menjadi hub investasi dan industri halal dunia melalui penempatan dana di perbankan syariah dan investasi baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Jokowi, dalam 10 tahun, aset industri keuangan syariah global telah meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 288 triliun. Oleh sebab itu BPKH perlu terus berkolaborasi dengan berbagai entitas di dalam dan luar negeri untuk membawa potensi tersebut ke Indonesia.

Tak hanya itu, pesantren dan usaha kecil juga perlu digandeng dalam mengembangkan industri halal. “Kerja sama antara layanan haji dengan industri keuangan syariah dan industri halal harus terus ditingkatkan,” kata Presiden.

 

 

Jokowi berharap dengan majunya perekonomian syariah, maka kesejahteraan masyarakat hingga pengentasan kemiskinan dapat terwujud, serta mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lembaga konsultan Dinar Standard memperkirakan konsumsi produk halal Indonesia pada tahun 2025 mencapai US$ 281,6 miliar atau Rp 4.033 triliun (kurs Rp 14.300.US$). Konsumsi produk halal diperkirakan tumbuh rata-rata 14,96% per tahun dalam lima tahun sejak 2020 hingga 2025.  Lembaga ini mencatat, konsumsi produk halal Indonesia pada 2020 mencapai US$ 184 miliar.

Produk halal ini meliputi makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, media dan pariwisata. Mayoritas konsumsi dari komponen tersebut terkontraksi saat dihantam pandemi pada tahun 2020, tetapi diperkirakan pada rentang 2020-2025 semuanya akan tumbuh positif, terutama pada sektor pariwisata. 

"Kami lihat sektor pariwisata halal mengalami dampak paling besar dari Covid-19, meskipun kita bisa lihat kosmetik relatif lebih baik yang masih berada di zona positif," kata CEO and Managing Director of Dinar Standard  Rafi-Udin Shikoh dalam diskusi dengan media, Senin (14/3).(PH)