Pesan Penting Presiden RI kepada Siswa-siswi
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i45715-pesan_penting_presiden_ri_kepada_siswa_siswi
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan para pelajar menganai bahaya penggunaan narkoba, tontonan pornografi dan kekerasan sehingga harus mereka jauhi.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Okt 11, 2017 08:14 Asia/Jakarta

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan para pelajar menganai bahaya penggunaan narkoba, tontonan pornografi dan kekerasan sehingga harus mereka jauhi.

"Anak-anak harus hati-hati dengan yang namanya narkoba. Kita harus bilang tidak untuk narkoba," kata Presiden saat Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi dan Kekerasan kepada siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu.

2.200 siswa siswi SD berkesempatan untuk dialog dengan Presiden pada acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), Kementerian Pertahanan, BNN, Pemprov DKI Jakarta, Polri, Kemenkumham serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu. Juga diundang  4.000 siswa-siswi SMP, SMA dan SMK se-Jabodetabek.

Presiden Jokowi juga mengingatkan siswa-siswi SD untuk berhati-hati kepada orang yang baru dikenal jika menawarkan sesuatu. "Misalnya permen kepada anak-anak, anak-anak harus berani menolak dan melaporkan kepada guru, melaporkan kepada satpam, laporkan kepada orang tua. Anak-anak harus ingat itu," ujar Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar siswa-siswi memupuk persatuan dan kesatuan sejak dini.

"Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama," ujar Presiden.

Jokowi juga berpesan kepada anak-anak Indonesia ini untuk rajin belajar dan beribadah, serta olahraga teratur.

Selain itu, Presiden Jokowi mengingatkan seluruh siswa-siswi jangan pernah menggunakan narkoba, walau hanya untuk mencobanya. Ia mengingatkan negara membutuhkan generasi muda yang sehat dan mampu bersaing pada era kompetisi global.

"Ganja harus kita hindari, sabu-sabu harus kita hindari, kokain harus kita hindari, heroin juga sama sangat berbahaya, oleh karenanya harus kita hindari," kata Presiden saat berinteraksi bersama seorang siswa SMA Angkasa 2 bernama Rian.

Presiden meminta seluruh siswa-siswi sekolah untuk tidak melakukan perundungan atau bullying di dalam maupun luar sekolah karena berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

"Kita tidak ingin nantinya muncul generasi yang gemar melakukan kekerasan, generasi yang suka mengintimidasi, generasi yang berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak semuanya memiliki karakter-karakter yang sopan, karakter-karakter yang santun dan karakter yang beradab," kata Presiden.

Dengan kualitas siswa-siswi seperti itu, generasi Indonesia diyakini Jokowi akan menjadi generasi yang kuat, unggul, dan akan membawa negara menjadi bangsa yang besar serta kompetitif di dunia.

Presiden dan Ibu Negara tiba pukul 07.40 WIB dan disambut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Setelah ini Presiden menuju Kota Tangerang Selatan untuk meresmikan pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-32 Tahun 2017 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City.

Di situ,  Jokowi juga akan menemui  warga saat penyerahan sertifikat tanah untuk penduduk daerah Serpong.  (Antara/RA)