Jokowi: Pembangunan Ekonomi Topang perdamaian
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i50679-jokowi_pembangunan_ekonomi_topang_perdamaian
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sepakat upaya pembangunan perdamaian di Afghanistan juga harus ditopang dengan pembangunan ekonomi negara itu dan harus berjalan secara beriringan.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 30, 2018 08:32 Asia/Jakarta

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sepakat upaya pembangunan perdamaian di Afghanistan juga harus ditopang dengan pembangunan ekonomi negara itu dan harus berjalan secara beriringan.

"Tanpa perdamaian tidak akan ada kesejahteraan, tanpa kesejahteraan, perdamaian tidak akan lestari. Oleh karena itu, pada saat kita bekerja sama membangun perdamaian, maka kerja sama ekonomi harus ditingkatkan secara paralel," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Agr, Kabul pada Senin.

Presiden Jokowi menjelaskan nilai perdagangan kedua negara yang masih relatif rendah. Jokowi percaya potensi kerja sama perdagangan kedua negara sangat besar.

Oleh karena itu Presiden akan menindaklanjuti potensi kerja sama dengan menugaskan pihak terkait.

"Saya telah meminta para menteri saya untuk mendorong `business-to-business contact`," demikian Presiden dalam keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin diterima Antara di Jakarta.

Sebelumnya, sekitar 100 pengusaha Afghanistan hadir dalam Trade Expo Indonesia pada 2017. Kedatangan mereka membukukan nilai transaksi lebih dari 1,1 juta dolar AS.

Presiden Joko Widodo berjanji untuk mengirimkan delegasi bisnis potensial ke Afghanistan pada triwulan pertama 2018.

"Saya yakin interaksi yang lebih intensif antara pebisnis kedua negara dapat membuka berbagai peluang kerja sama," kata Presiden.

Selain itu, dukungan Indonesia pada upaya perdamaian di Afghanistan turut ditunjukkan dengan kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia, menurut Jokowi, akan terus meningkatkan program pembangunan kapasitas masyarakat Afghanistan seperti pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, bidang kesehatan, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan.

"Indonesia juga siap memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan," tambah Presiden.

Pada saat pertemuan bilateral, berulang kali Presiden Ghani menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Jokowi dalam proses perdamaian di Afghanistan, melalui kerjasama dalam konteks pembangunan perdamaian.

Sejumlah pejabat yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral yaitu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman.

Presiden: Indonesia siap selenggarakan pertemuan ulama internasional

Indonesia menyatakan kesiapannya menyelenggarakan pertemuan ulama internasional untuk membantu membangun perdamaian di tingkat internasional, khususnya negara Afghanistan.

"Indonesia siap menjadi tuan rumah. Saran saya, pertemuan bersifat inklusif," kata Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya dengan Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan Karim Khalili di Istana Haram Sarai (Wisma Negara), Kabul, Afghanistan, pada Senin.

Menurut Presiden, tindak lanjut dari rencana pertemuan ulama itu akan dilakukan di Jakarta.

Pertemuan itu menjadi salah satu upaya Indonesia dalam pembangunan perdamaian bagi Afghanistan.

Presiden mengawali perbincangannya bersama Khalili dengan menyampaikan perasaan dukacita yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Kabul beberapa waktu belakangan yang merenggut puluhan jiwa.

"Saya turut mendoakan agar keluarga dan sahabat yang ditinggal diberi ketabahan. Kekejian ini tidak akan melunturkan semangat kita. Namun, hanya akan semakin memperkuat keinginan untuk menciptakan perdamaian," demikian Presiden dalam keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin diterima Antara di Jakarta.

Kepala Negara juga berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan beserta delegasi ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Melalui kunjungan balasan yang dilakukan, Presiden Jokowi hendak meneguhkan komitmen Indonesia dalam membantu upaya perdamaian di Afghanistan.

"Kunjungan ke Kabul akan saya gunakan untuk meneguhkan komitmen Indonesia membantu peace building di Afghanistan sebagaimana diminta oleh Presiden Afghanistan," ujar Presiden.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan membangun klinik kesehatan di kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul yang akan mulai dibangun pada musim semi 2018 melengkapi Masjid As-Salam yang sudah dimanfaatkan masyarakat.(AntaraNews/MZ)