Iran: Rezim Zionis Akar Kerusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina
https://parstoday.ir/id/news/iran-i118610-iran_rezim_zionis_akar_kerusuhan_di_wilayah_pendudukan_palestina
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut rezim apartheid Zionis sebagai akar penyebab semua kerusuhan di wilayah pendudukan Palestina.
(last modified 2026-08-16T09:51:33+00:00 )
Apr 09, 2022 07:33 Asia/Jakarta
  • Iran: Rezim Zionis Akar Kerusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut rezim apartheid Zionis sebagai akar penyebab semua kerusuhan di wilayah pendudukan Palestina.

Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran pada Jumat (8/4/2022) malam menyinggung perkembangan terbaru di wilayah pendudukan Palestina, dengan mengatakan, "Rasisme, penindasan, pembunuhan, pemenjaraan, perampasan yang meluas serta penghinaan setiap hari terhadap bangsa Palestina yang tertindas dan terorisme rezim apartheid Zionis adalah akar penyebab semua kerusuhan di wilayah pendudukan,".

Jubir kemenlu Iran menyebut perang melawan penjajah sebagai hak yang sah, jelas dan alami dari bangsa Palestina dalam menghadapi serangan masif dan berulangkali rezim Zionis.

"Republik Islam Iran mendukung penuh perjuangan Palestina melawan rezim Zionis," ujar Khatibzadeh.

Khatibzadeh menyerukan kepada semua bangsa, pemerintah dan masyarakat internasional untuk bertindak dalam rangka menjamin keamanan bangsa Palestina berdasarkan prinsip pertahanan diri terhadap pendudukan dan terorisme rezim apartheid Zionis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa satu-satunya solusi penyelesaian krisis Palestina adalah mengadakan referendum dengan partisipasi semua penduduk utama Palestina.

Khatibzadeh juga menegaskan urgensi perlawanan dengan mengatakan, "Mengingat temperamen buruk rezim Zionis sebagai pelanggar hukum dan perjanjian internasional, perlawanan adalah satu-satunya pilihan bangsa Palestina untuk memaksa rezim pendudukan menerima solusi demokratis dalam pembebasan Quds Sharif dan penentuan nasib Palestina,".(PH)