Menlu Zarif: Iran Dapat Menjadi Mitra Penting Jerman di Timteng
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengadakan pembicaraan dengan rekannya dari Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Berlin pada Rabu (15/6/2016) malam.
Zarif seperti dikutip IRNA, mengatakan tidak ada pihak yang akan dirugikan dari kerjasama ekonomi Iran dan Jerman. Iran dapat menjadi sebuah mitra penting perdagangan, ekonomi dan politik bagi Jerman di Timur Tengah.
Dalam konferensi pers seusai pertemuan tersebut, Zarif menambahkan bahwa hubungan Tehran dan Berlin sangat kuat dan bersejarah.
"Partisipasi perusahaan, lembaga keuangan dan bank-bank Jerman di Iran serta kerjasama ekonomi Tehran-Berlin, akan menguntungkan kedua negara dan juga menguntungkan stabilitas di kawasan dan dunia," tegasnya.
Menurut Zarif, Iran dan Jerman memiliki pandangan yang sangat dekat di berbagai bidang untuk memelihara perdamaian dan keamanan di kawasan. Ekstrimisme tidak akan terbatas pada wilayah tertentu dan membutuhkan kesepahaman global untuk memeranginya.
Solusi militer, ujarnya, hanya bagian dari cara menumpas para ekstrimis dan teroris dan memerlukan sebuah solusi komprehensif yang mencakup masalah budaya, ekonomi dan sosial serta mengembalikan orang-orang yang merasa telah diabaikan.
Solusi komprehensif, kata Zarif, juga harus mencegah akses para ekstrimis ke sumber-sumber pendanaan, persenjataan dan perekrutan.
Sementara itu, Frank-Walter Steinmeier juga menyerukan penguatan hubungan dengan Iran di semua bidang dan menilai kedua negara menjalin hubungan yang baik dan bersejarah.
Berbicara tentang perkembangan di wilayah Timur Tengah, Steinmeier menuturkan, Jerman dan Iran sama-sama mengkhawatirkan stabilitas dan kedaulatan di negara-negara regional khususnya Irak dan Suriah.
Menlu Iran bertolak ke Berlin untuk mengevaluasi proses pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dengan mitranya dari Jerman. (RM)