Putin: Pertemuan di Tehran Konstruktif
Presiden Rusia, Vladimir Putin menilai sangat bermanfaat pertemuan para pemimpin negara penjamin perundingan Astana untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah. Ia mengatakan, pertemuan ini sangat konstruktif.
KTT Ketujuh pemimpin negara penjamin perjanjian Astana digelar Selasa (19/7/2022) dengan dihadiri Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Tehran.
Menurut laporan IRNA, Vladimir Putin Selasa malam usai pertemuan ini di konferensi pers bersama menjelaskan bahwa dalam pernyataan akhir pertemuan ini, konsolidasi kerja sama tripartit ditekankan untuk tujuan normalisasi yang stabil di Suriah. "Tiga negara sepakat solusi krisis Suriah hanya dapat diraih melalui mekanisme politik," paparnya.
Presiden Rusia seraya menyinggung Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB dan seraya menilai penting menjaga penuh prinsip mendasar penghormatan terhadap kedaulatan, integritas wilayah dan persatuan Suriah mengingatkan, masa depan Suriah harus ditentukan olah rakyat Suriah tanpa dikte asing.
Seraya menyinggung perundingannya dengan sejawatnya dari Iran dan Turki di bidang perang kontra terorisme, Putin menjelaskan, ancaman teroris dan kekerasan selama beberapa tahun terakhir di Suriah mulai berkurang, dan Daesh (ISIS) serta kelompok teroris lainnya di Suriah telah hancur dan pemerintah sah negara ini mampu memulihkan kembali kontrolnya terhadap mayoritas wilayah Suriah.
"Para peserta di pertemuan ini menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kerja samanya dalam memerangi terorisme dan radikalisme hingga ancaman ini terhapus total dari Suriah," papar Putin.
Putin menjelaskan bahwa sikap negaranya terkait timur Furat (Eufrat) adalah wilayah ini harus berada di bawah pengawasan pemerintah Suriah.
Presiden Rusia menegaskan pentingnya menjaga penuh hukum internasional dan piagam PBB di Suriah dan juga urgensi bantuan kepada seluruh rakyat Suriah untuk kembali ke kehidupan normal.
"Saya menghimbau masyarakat internasional dan berbagai organisasi HAM PBB untuk meningkatkan bantuannya kepada Suriah guna merealisasikan berbagai program infrastruktur dan utama serta ekoonmi, yakni listrik, air, pembangunan sekolah dan rumah sakit," papar Putin. (MF)