Rahbar Tegaskan Peran Budaya sebagai Kompas Kemajuan Nasional
Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan peran penting budaya sebagai kompas kemajuan nasional Republik Islam Iran.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan anggota Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran hari Selasa (6/12/2022) menyatakan bahwa Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran secara rinci harus memberikan solusi bijak mengenai kelemahan budaya di berbagai bidang, dan menekankan rekonstruksi revolusioner struktur budaya nasional.
Ayatullah Khamenei menyebut lembaga budaya formal berbeda dengan bimbingan budaya di tingkat masyarakat, dan mengatakan, "Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan bisa berperan penting dalam memandu ribuan organ budaya rakyat yang bekerja dalam kegiatan kebudayaan yang beragam dan luas demi membentuk gerakan publik di berbagai bidang ketegori budaya,"
Menyinggung mentalitas "kita tidak bisa" sebagai salah satu proposisi keliru yang tertanam sebelum revolusi Islam, Rahbar mengungkapkan, "Revolusi Islam secara bertahap mengubah mentalitas ini dengan gerakan kreatif dan inovatif, yang menghasilkan karya besar seperti pembangunan bendungan, pembangkit listrik Jalan raya, peralatan minyak dan gas, serta banyak infrastruktur lainnya yang digarap para tenaga ahli muda Iran,".
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menyebut mentalitas "Silau terhadap Barat" dan penggunaan kosa kata asing sebagai kesalahpahaman budaya yang telah ada sebelum Revolusi Islam, dan Revolusi islam mengubahnya menjadi "protes terhadap Barat".
Ayatullah Khamenei dalam pidatonya menggambarkan perubahan dalam mentalitas budaya "bangga diri dan ketenaran" yang digantikan dengan mentalitas budaya "pengabdian dan pengorbanan" sebagai contoh pengaruh budaya dari revolusi Islam di tingkat individu dan masyarakat.
"Dengan dukungan fondasi intelektual revolusi dan kaum muda yang aktif, budaya dan semangat revolusioner dapat diperbarui lagi dan menciptakan gerakan budaya yang tangguh," kata Rahbar kemarin.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut rekayasa budaya yang benar sebagai pekerjaan mendasar untuk mereformasi struktur budaya nasional.
"Kesadaran permanen, pemahaman yang cermat tentang kelemahan budaya di berbagai bidang sosial, politik, keluarga, gaya hidup dan bidang lain sebagai upaya untuk mencapai solusi bijak demi memperbaiki kelemahan, dan memromosikan mentalitas budaya yang benar sebagai salah satu persyaratan dasar rekayasa budaya di negara ini," tegas Ayatullah Khamenei.(PH)