Araghchi: Mengancam Fasilitas Energi, Mengakui Kejahatan Perang
-
Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Iran Sayid Abbas Araghchi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Rusia menggambarkan ancaman Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas energi Iran sebagai pengakuan tegas untuk melakukan kejahatan perang.
Menurut laporan Pars Today, Sayid Abbas Aragchi, Menteri Luar Negeri Iran dan Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia hari Minggu, 5 April 2026, dalam percakapan telepon membahas perkembangan regional terbaru dan isu‑isu internasional terkait perang yang dipaksakan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.
Menlu Iran dalam percakapan ini, sambil menjelaskan kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap rakyat Iran selama 37 hari terakhir, termasuk serangan terhadap infrastruktur industri‑produksi Iran, rumah sakit, sekolah, daerah pemukiman, serta fasilitas dan pusat nuklir Iran, menekankan perlunya tindakan mendesak oleh lembaga‑lembaga internasional terkait, terutama Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional, untuk mengutuk kejahatan ini dan meminta pertanggungjawaban para agresor.
Ia juga, dengan merujuk pada ancaman Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan eksplisit atas kejahatan perang.
Araghchi, menyinggung ancaman Amerika untuk menyerang fasilitas energi Iran dan menyebutnya sebagai pengakuan transparan untuk melakukan kejahatan perang.
Menlu Iran juga menuntut pendekatan yang bertanggung jawab dan berdasarkan hukum internasional dari semua pihak berpengaruh di Dewan Keamanan PBB, serta mencegah Amerika Serikat menggunakan dewan tersebut sebagai alat.
Menteri Luar Negeri Rusia dengan mengingatkan posisi prinsip negaranya dalam mengutuk agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menekankan pentingnya menghentikan serangan ilegal terhadap sasaran nonmiliter, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Ia juga mendesak pemanfaatan segala kesempatan untuk mencegah perluasan jangkauan konflik.(sl)