Iran: Barat Pasif Sikapi Pelanggaran HAM Zionis di Palestina
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengkritik keheningan negara-negara yang penuntut hak asasi manusia palsu atas pelanggaran yang meluas dan terorganisir terhadap hak -hak Palestina oleh rezim Zionis.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani di laman Twitternya tentang "Hari Tawanan Palestina", Minggu (16/4/2023) malam mengatakan, "Negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pengusung hak asasi manusia bungkam menyikapi pelanggaran HAM di Palestina yang meluas dan terorganisir oleh rezim Zionis yang tidak manusiawi.
"Apakah pengusung [HAM] palsu [di negara-negara Barat] mengetahui nasib sekitar 5.000 tawanan Palestina, termasuk 31 perempuan dan 160 anak-anak di penjara rezim apartheid Zionis ?" kata Kanani.
"Sejarah dan hati nurani manusia akan menilainya," tegasnya.
17 April dinamai setelah Hari Tawanan Palestina.
Hari tersebut diteta[kan ketika Majelis Nasional Palestina pada tahun 1974 mengidentifikasinya sebagai hari nasional untuk mengintegrasikan upaya membela tawanan Palestina dan pembebasan mereka.(PH)