Kanani: AS Ingin Perang di Ukraina Berlanjut
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan bahwa keputusan AS mengirim bom cluster ke Kyiv menunjukkan tekad Washington untuk melanjutkan dan memperumit perang di Ukraina.
Menyusul pengumuman pengiriman bom cluster Amerika Serikat ke Ukraina, tindakan Washington ini menyulut reaksi keras dari publik internasional.
Nasser Kanani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Minggu (9/7/2023) menanggapi langkah Amerika mengirim bom cluster ke Ukraina, dengan mengatakan, "Tindakan ini adalah contoh lain dari aksi destabilisasi Amerika dan ekspor senjata tanpa batas yang berkontribusi terhadap lebih banyak pembunuhan dan kehancuran,".
Pada hari Jumat, Colin Kahl, Wakil Urusan Politik Menteri Pertahanan AS mengumumkan bahwa Washington akan mengirim paket militer baru senilai 800 juta dolar ke Ukraina, termasuk bom cluster.
Human Rights Watch (HRW) pada hari Kamis mendesak Amerika Serikat untuk menolak permintaan Ukraina mengenai pasokan lebih banyak amunisi bom cluster.
Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat mengintensifkan tekanan sanksi terhadap Rusia dan memasok segala jenis senjata ringan dan berat ke Kyiv yang menyulut api konflik semakin berkobar di Ukraina.
Pejabat Rusia dan beberapa pakar dan media Barat menggambarkan perang di Ukraina sebagai perang proksi antara Barat dan Rusia.(PH)